Belum Ada Depot, Penyebab Mahalnya Harga Elpiji di Papua

share on:
Ilustrasi Tabung Gas Elpiji  - Jubi/Indrayadi TH.
Ilustrasi Tabung Gas Elpiji – Jubi/Indrayadi TH.

Jayapura, Jubi – Pihak PT. Pertamina (Persero) Wilayah Papua dan Maluku menyatakan pebab mahalnya gas Elpiji di Papua karena belum adanya depot atau penyimpanan di wilayah paling Timur Indonesia itu.

Humas Pertamina wilayah Papua dan Maluku, Niko mengatakan, hingga kini ketersediaan gas Elpiji di Papua masih didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur. Katanya, kondisi ini berbeda dengan wilayah atau provinsi lain di luar Papua yang sudah memiliki tempat penyimpanan gas Elpiji.

“Penyabab mahalnya gas Elpiji di Papua karena itu. Masih didatangkan dari Surabaya. Ongkos angkut ditanggung agen. Tapi saya kurang tahu pasti berapa harga ongkos angkut yang dibayar agen setiap kali mendatangkan gas Elpiji. Jadi penyebab mahalnya gas Elpiji di Papua itu saja. Gak ada faktor lain,” kata Niko via teleponnya kepada Jubi, Senin (10/11).

Pada suatu kesempatan, Kepala Distribusi Gas Elpiji Papua, Jefri Afandi mengatakan,  Pertamina berencana membangun tempat penyimpanan gas elpiji di wilayah Jayapura. Hal ini menurutnya, bertujuan menekan harga jual gas Elpiji yang masih tinggi di wilayah itu.

“Paling ideal adalah memasok dari Surabaya. Kami belum punya storage di Papua. Kami harap beberapa tahun ke depan ada storage di Jayapura. Hanya saja, ini masih dalam pembahasan. Kami yakin itu bisa menurunkan harga jual yang ada di Jayapura,” kata Jefri Afandi kala itu.

Katanya, proses pengiriman Elpiji dari Surabaya membutuhkan waktu minimal dua minggu. Bahkan jika cuaca buruk, bisa mencapai sebulan lebih.

Ketika harga gas naik awal Januari lalu, warga Papua mengeluhkan harga jual gas Elpiji yang mencapai hingga Rp 300 ribu untuk ukuran 12 kg. Padahal, di wilayah lain hanya berkisar Rp 120-160 ribu. (Arjuna Pademme)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Belum Ada Depot, Penyebab Mahalnya Harga Elpiji di Papua