Emus Gwijangge, Si Tukang Becak Menuju Parlemen Papua

share on:
Anggota DPR Papua dari Dapil VI, Emus M Gwijangge - Jubi/Arjuna
Anggota DPR Papua dari Dapil VI, Emus M Gwijangge – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Pria kelahiran Nduga, Papua 32 tahun silam itu awalnya tak pernah memimpikan untuk duduk di parlemen Papua. Namun melihat situasi yang terjadi di masyarakat, ia mulai berpikir bagaimana agar bisa menyuarakan aspirasi mereka.

Emus M Gwijangge, nama pria itu. Lahir pada 13 September 1982, ia pun harus melewati masa kecilnya seperti anak Papua kebanyakan. Membantu orang tua berkebun dan berburu merupakan pekerjaan sehari-hari Emus kecil. Setelah menamatkan pendidikan Sekolah Dasar di Nduga, Emus memilih hijrah ke Kota Wamena, Jayawijaya pada 1996.

“Bermodalkan uang Rp70 ribu, saya ke Wamena untuk melanjutkan pendidikan saya. Tapi setibanya di Wamena, uang yang diberikan orang tua itu dicuri teman saya senilai Rp50 ribu. Dengan sisa Rp20, saya berusah membeli kebutuhan untuk masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Wamena pada 1996,” kata Emus Gwijangge, Senin (10/11) petang.

Di Kota Wamena, perjuangan Emus untuk bertahan hidup tidaklah gampang. Ia bahkan harus mencari uang sendiri memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah. Ia memilih menjadi tukang becak. Meski pekerjaan itu berat, namun baginya tak soal. Yang penting ia bisa membiayai hidup dan sekolahnya.

“Jadi sejak kelas satu SMP sampai saya tamat, saya jadi tukang becak di Wamena. Hasilnya saya pakai bayar uang sekolah dan membeli kebutuhan hidup. Saya melakukan pekerjaan itu sepulang sekolah,” ucapnya.

Seusai menyelesaikan pendidikannya di SMP pada 1998, Emus tetap berkeinginan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.  Bagi Emus, pendidikan adalah bekal penting dimasa depan.

“Saya ke Jayapura dan becak saya, saya tinggalkan di Wamena. Saya lalu masuk di Sekolah mengah Kejuruan (STM) di Kotaraja, Kota Jayapura. Saya memilih jurusan listrik. Sambil sekolah, saya jadi juru parkir di Lingkaran Abepura untuk membiayai kebutuhan hidup,” katanya.

Pada 2002, usai menamatkan pendidikan di STM Kotaraja, Emus ikut tes untuk masuk perguruan Tinggi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura dan memilih jurusan Teknik Elektro.

Singkat kata, pada 2006 ia menyelesaikan kuliahnya. Selepas itu, Emus mencoba mencari pekerjaan dengan bergabung dengan salah satu Lembaga Swada Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang Hak Asasi Manusia, Elsham Papua. Dari situlah ia banyak mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat yang tak pernah diperjuangkan dengan sungguh-sungguh oleh para pemangku kepentingan.

“Ketika itu saya banyak mendengar keluhan masyarakat. Saya di Elsham sampai 2009. Pada 2009, saya mencoba menjadi Calon Legislatif untuk DPR Papua dari partai Demokrat. Namun saya gagal. Ketika itu suara saya selisih sebanyak 1.000 dengan kandidat yang terpilih. Tapi itu bukan masalah bagi saya. Saya yakin Tuhan pasti punya rencana lebih baik,” ucapnya.

Kegagalan itu tak membuat Emus Gwijangge putus asa. Berbekal dukungan dari masyarakat yang ada di Daerah Pemilihan VI yakni Nduga, Lanny Jaya, Jayawijaya dan Mamberamo Raya, ia kembali mencoba peruntungannya ketika Pileg 2014 lalu. Kali ini nasib baik berpihak kepadanya. Ia salah satu Caleg terpilih dari Dapil nya untuk duduk di parlemen Papua periode 2014-2019.

“Saya diparlemen bukan untuk kepentingan saya sendiri, tapi saya menggap saya adalah juru bicara masyarakat. Saya tidak suka kalau disebut anggota dewan. Saya jadi anggota DPRP bukan karena masalah materi ataupun apapun. Namun saya melihat, selama ini banyak aspirasi masyarakat yang masuk ke DPR Papua tapi tak ada tindak lanjutnya. Saya berkeinginan agar aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan,” kata Emus Gwijangge.

Perjuangan Emus selama ini tidaklah gampang. Namun istri Emus Gwijangge, Anake Kenelak. Ibu dari Rehuel Israel Gwijangge (1,8 tahun) itu mengaku tetap mendukung apa yang diperjuangkan suaminya selama ini.

“Memang beliau sudah duduk jadi anggota DPR Papua. Tapi perjuangannya belum berakhir. Justru ini menjadi awal perjuangan. Dia harus bisa menyuarakan aspirasi masyarakat yang sudah memberikan keparcayaan kepadannya,” kata Aneke Kenelak. (Arjuna Pademme) 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Emus Gwijangge, Si Tukang Becak Menuju Parlemen Papua