Oknum Briptu Penjual Amunisi Dipecat

share on:
Suasana Sidang Komisi Kode Etik di Polda Papua - Jubi/Arjuna
Suasana Sidang Komisi Kode Etik di Polda Papua – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya, Papua memecat oknum anggotanya, Brigadir Satu (Pol) Tanggap Jikwa yang menjual amunisi kepada kelompok bersenjata di wilayah pegunungan tengah Papua lalu.

Pemecatan dilakukan lewat sidang komisi kode etik di Alua Rasta Samara, Kepolisian Daerah (Polda) Papua, Senin (10/11). Sidang dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Resort Jayawijaya, Komisari Polisi Irawan.

Dalam sidang itu, penuntut Inspektur Dua (Pol) Ferdy Bilolo mengatakan, terduga pelanggar TJ mengakui ia menjual amunisi untuk membeli minuman keras dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penuntut minta Mabes Polri disangkakan pasal 13 ayat 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polri dan peraturan Kapolri tentang kode etik anggota polri.

Saksi, Brigadir Kepala (Pol), Fadli yang merupakan anggota Provos Polres Jayawijaya ketika dihadirkan sebagai sakis mengatakan, TJ sudah beberapa kali melakukan tindakan indisipliner.

“Pada 5 Juli 2011, terduga pelanggar, melakukan pelanggaran disersi. Dia meninggalkan tugas. Pada 2013, ia melakukan penganiayaan terhadap sesama anggota Polsek Nduga atas nama Briptu Rivai. Terduga juga pernah menghilangkan senpi laras pendek ketika dia mengalami kecelakaan. Semua kasus itu sudah disidangkan,” kata saksi Fadli.

Menurutnya, mengenai kasus dugaan penjualan amunisi yang dilakukan TJ, ketahuan setelah ia tertangkap akan bertransaksi dengan kelompok bersenjata. Di tempat kejadian perkara, disita sebanyak 29 butir amunisi.

“Di rumahnya didapati sebanyak 231 butir. Yang kami tahu dia dapat amunisi itu dari keluarganya. Tapi bukan anggota polisi. Kabarnya, dia dapat dari pamannya yang tugas di Kodim Wamena. Jenis amunisinya untuk senpi laras panjang. Tapi saya tidak tahu sudah berapa butir yang diperjual belikan,” ucap Fadli.

Sementara TJ tak menyangkal apa yang disampaikan saksi. Menurutnya, 231 amunisi ia dapat dari anggota Koramil Kurima, Yahukimo.

“Namanya Arsat Wakap. Itu bapa mantu (mertua) saya. Tujuan saya dekat dengan kelompok bersenjata di Lannya Jaya untuk mencari senjata saya yang hilang,” kata Tanggap Jikwa ketika sidang. (Arjuna Pademme)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Oknum Briptu Penjual Amunisi Dipecat