Warga Minta Status Mamberamo Foja Menjadi Taman Nasional

share on:
Timotius Kawena, salah satu ondoafi yang mewakili kampung-kampung dalam kawasan suaka marga satwa Mamberamo Foja, ketika memberikan tanda tangan dukungan perubahan status kawasan kepada Ketua Dewan Adat Mamberamo, Wempi Bilasi, yang disaksikan Direktur Yali Papua, Bastian Wamafma, di Burmeso, Sabtu(8/11) lalu.( Jubi/Albert Yomo)
Timotius Kawena, salah satu ondoafi yang mewakili kampung-kampung dalam kawasan suaka marga satwa Mamberamo Foja, ketika memberikan tanda tangan dukungan perubahan status kawasan kepada Ketua Dewan Adat Mamberamo, Wempi Bilasi, yang disaksikan Direktur Yali Papua, Bastian Wamafma, di Burmeso, Sabtu(8/11) lalu.( Jubi/Albert Yomo)

Burmeso, Jubi – Dari hasil seminar dan workshop selama dua hari (7-8 November)lalu, yang berlangsung di Burmeso, Ibukota Kabupaten Mamberamo Raya, disepakati untuk mendorong status kawasan Mamberamo Foja dari Suaka Marga Satwa menjadi Taman Nasional.

Direktur Yayasan Lingkungan Hidup (Yali) Papua, Bastian Wamafma mengatakan, ada sejumlah rekomendasi yang dihasilkan dari pelaksanaan Seminar  di Burmeso. Salah satu rekomendasi yang penting adalah masyarakat adat yang berada dalam kawasan suaka Marga Satwa Mamberamo Foja, minta kepada Dinas Kehutanan dan pihak-pihak terkait, untuk mendorong segera dilakukan perubahan terhadap status kawasan Mamberamo Foja.

“Status kawasan Mamberamo Foja saat ini adalah Suaka Marga Satwa. Masyarakat minta agar statusnya menjadi Taman Nasional, sehingga ada ruang bagi pembangunan jalan dan pembangunan lainnya,” tutur Wamafma di Burmeso, Sabtu(8/11) lalu.

Masyarakat adat, kata Bastian Wamafma, bahkan telah memberikan dukungan berupa tanda tangan warga dari seluruh kampung yang berada dalam kawasan kepada Dewan Adat Mamberamo, untuk selanjutnya diberikan kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Papua, Christian Mambor, mengatakan, jika dukungan berupa tanda tangan warga dari kampung-kampung yang berada dalam kawasan,  akan menjadi bukti dan lampiran penting dalam mendorong proses perubahan status kawasan.

“ Kalau ini sudah menjadi keinginan bersama, baik masyarakat adat dan pemerintah daerah, maka pemerintah papua dan BB KSDA Papua akan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat, untuk dilakukan proses perubahan status kawasan,” kata Mambor.

Mambor menilai, proses ini penting untuk ditindaklanjuti secepatnya, agar masyarakat adat memiliki ruang  dan zona pemanfaatan dalam kawasan Mamberamo Foja. Kalau statusnya Suaka Marga Satwa, maka masyarakat dan pemerintah tidak bisa mengganggu kawasan itu. Kalau sudah menjadi Taman Nasional, maka ada ruang bagi pembangunan dan pemanfaatan lainnya. ( Albert Yomo )

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Minta Status Mamberamo Foja Menjadi Taman Nasional