OAP Masih Membayar di RSUD Abepura

share on:
Suasana UGD RSUD Abepura - Jubi/Aprila
Suasana UGD RSUD Abepura – Jubi/Aprila

Jayapura, Jubi – Ike Wetipu, warga Abepura yang berobat ke RSUD Abepura pada Minggu, 9/11 lalu, dipaksa membayar biaya pengobatan meskipun sudah  mengatakan dirinya tidak memiliki uang.

“Pada saat periksa darah, saya disuruh membayar Rp 18rb. Lalu setelah selesai berobat di UGD, saya diminta membayar Rp 100 lebih,” kata Ike kepada Jubi di Jayapura, Selasa (11/11).

Ike mengaku, sudah lama dirinya berobat ke RSUD Abepura, baik ke klinik maupun UGD dan tidak pernah membayar. Namun,  pada malam tersebut dirinya dipaksa membayar oleh petugas kesehatan di sana.

“Saya bingung dengan sistem yang berlaku. Kampanye biaya kesehatan gratis dilakukan secara besar-besaran, tetapi saya orang asli Papua masih tetap membayar,” sesal Ike.

Menurut Ike, bila memang ada prosedur yang harus dilalui, tidak boleh hanya mengatakan gratis di media massa,  tetapi juga harus disosialisasikan prosedur tersebut agar masyarakat tidak salah mengartikan semua informasi terkait biaya kesehatan gratis tersebut.

Terkait persoalan ini, Darwin Rumbiak dari Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP),  mengatakan untuk pelayanan kesehatan kesehatan gratis, harus melewati prosedur yaitu melalui Puskesmas untuk mendapat rujukan ke RSUD.

“Dana cukup besar yang turun ke Puskesmas untuk pengobatan gratis. Kalau memang berobat ke RSUD tanpa rujukan, maka pasien tetap harus membayar,” kata Rumbiak.

Rumbiak , yang saat ini sedang berada di luar Kota Jayapura, berjanji akan segera menindaklanjuti kasus ini sesegera mungkin setelah sampai di Jayapura. (Aprila Wayar)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  OAP Masih Membayar di RSUD Abepura