Jemat GKI Betania Dituntut Kritisi Kota Beriman

share on:
Wakil Sekretaris Klasis GKI Jayapura, Pdt. Irene Rumbiak/Warkawani (kanan) saat serahkan palu sidang kepada Pdt. Clasina Karma/Yarangga Disaksikan Ketua Panitia Herikson Worabay (Jubi/Roberth Wanggai)
Wakil Sekretaris Klasis GKI Jayapura, Pdt. Irene Rumbiak/Warkawani (kanan) saat serahkan palu sidang kepada Pdt. Clasina Karma/Yarangga Disaksikan Ketua Panitia Herikson Worabay (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Gereja Kristen Indonesia (GKI) Klasis Jayapura mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Jayapura, yang terus berupaya mewujudkan Kota Jayapura sebagai kota Beriman (Bersih, Indah, Aman, dan Nyaman). “Bersihnya dan indahnya sudah kelihatan tapi aman dan nyaman masih harus dipertanyakan,”

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris GKI Klasis Jayapura, Pdt. Irene Rumbiak-Warkawani, dihadapan Sidang Jemaat XIII GKI Betania Dok IX Kali Kota Jayapura, Kamis (13/11).

Pdt. Irene Rumbiak-Warkwani mengajak jemaat GKI Betania Dok IX Kali untuk mengkritis masalah keamanan dan kenyamana Kota Jayapura. “Aman dan nyaman sudah hilang makna,” katanya.
Lebih jauh Pdt. Irene Rumbiak-Warkwani mengatakan orang lagi merasa aman jalan-jalan atau tidak nyaman lagi duduk-duduk menikmati keindahan Kota Jayapura karena banyak orang mabuk. “Orang bebas mabuk di tempat umum dan mengganggu orang lain, tapi dibiarkan saja,”.

Menurutnya, penyalahgunaan miras dan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. “Anak-anak usia sekolah masih menggunakan ganja. Bahkan pernah ada yang membisik kepada saya, ada satu jemaat GKI di Kota Jayapura, penghuni terbanyak di Lapas Narkoba yang ada di Doyo Kabupaten Jayapura,” ujar Rumbiak.

Fakta lain yang disoroti Pdt. Irene Rumbiak-Warkwani adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang  hampir terjadi hampir di seluruh keluarga Kristen.

“Ini yang perlu kita gumuli dalam pembinaan jemaat. Kita susun program yang sesuai kebutuhan dan menjawab permasalahan yang dihadapi jemaat,” katanya.

“Berikutnya adalah narkoba. Anak-anak sekolah masih kecil sudah terlibat dalam ganja. Bahkan pernah ada yang membisik kepada saya, ada satu jemaat GKI di Kota Jayapura, penghuni terbanyak di Lapas Narkoba yang ada di Doyo Kabupaten Jayapura,”ungkap Rumbiak.

Sementara itu Ketua Badan Pelayan Majelis Jemaat GKI Betania Dok IX, Pdt. Clasina Karma-Yarangga, mengatakan apa yang disampaikan Pdt. Irene Rumbiak-Warkwani adalah situasi yang juga dirasakan jemaat GKI Betania.

“Situasi itu sedang kami alami dan gumuli. Ini terjadi karena kondisi keluarga yang kurang berhubungan dengan Tuhan. Untuk itu kami akan fokus pada pembinaan keluarga. Ini sesuai dengan tema nasional perayaan Natal tahun 2014 Allah Bertemu Dengan Keluarga,” kata Pdt. Clasina Karma-Yarangga. (Roberth Wanggai)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jemat GKI Betania Dituntut Kritisi Kota Beriman