Masyarakat Distrik Saifi Sorong Selatan Tolak Kehadiran Perkebunan Sawit

share on:
Sektretaris Dewan Adat Siganois Distri Saifi, Simson Sremere ( Jubi/Nees Makuba)
Sektretaris Dewan Adat Siganois Distri Saifi, Simson Sremere ( Jubi/Nees Makuba)

Sorong, Jubi – Masyarakat Distrik Saifi Kabupaten Sorong Selatan menolak dengan tegas rencana pemerintah daerah Kabupaten Sorong Selatan yang berencana menghadirkan perusahaan perkebunan kelapa Sawit di wilayahnya.

Penolakan ini disampaikan dewan Adat , tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan di enam kampung yang tergabung dalam Distrik Saifi Kabupaten Sorong Selatan. Keenam kampung itu yakni Kampung Srer, Mlaswat, Kampung Mangroholo, Kampung Sayal , Kampung Botain, dan Kampung Sisir.

“ Kami menolak tegas, karena ini berdampak bagi kelangsungan hutan yang masih lebat ini “ kata Sekretaris Dewan Adat Sekanoi, Simson Sremere.

Sremere mengungkapkan perkebunan kelapa sawit akan mengancam dan merusak keberlangsungan hutan di wilayah mereka yang masih lebat dan  ditumbuhi berbagi Jenis kayu,seperti kayu besi/merbau juga kawasan hutan sagu yang cukup luas.

“Selain itu penembangan yang di lakukan untuk hutan perkebunan sawit ini dapat mengancam habitat dan berbagai aneka satwa di hutan kami,” katanya.

Kehadiran perusahaan pengelola sawit dinilai dapat akan berpengaruh kepada perekonomian masyarakat lokal , dan mengakibatkan mereka tersisih karena cenderung perusahaan lebih banyak mempekerjakan karyawan dari luar .

Sementara tu, Maikel Ajamsaru tokoh pemuda Kampung Sayal Distrik Saifi meminta pemerintah daerah Sorong Selatan untuk menolak MoU dengan perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi besar yang akan mengancam ekosistem di wilayah-wilayah lain di Kabupaten sorong Selatan.

“Pemerintah daerah harus segera meninjau kembali beberapa kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan yang akan masuk nanti,” kata Maikel. (Nees Makuba)

 

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masyarakat Distrik Saifi Sorong Selatan Tolak Kehadiran  Perkebunan Sawit