Mama Fonataba Jual Piring Gantung Penuhi Kebutuhan Hidup

share on:
Mama Dolly Fonataba saat menjual Piring Gantung di Pasar Sentral Timika (Jubi/Istimewa)
Mama Dolly Fonataba saat menjual Piring Gantung di Pasar Sentral Timika (Jubi/Istimewa)

Timika, Jubi – Untuk memenuhi kebutuhan hidup, banyak usaha bisa dilakukan. Salah satunya adalah menjual barang antik se­perti piring gantung, yang oleh sebagian masyarakat Papua dikenal sebagai mas kawin.

Mama Dolly Fonataba, penjual piring gantung di Pasar Sentral Timika, mengatakan usaha menjual piring yang dilakukannya adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Awalnya ia berjualan piring gantung di Pasar Swadaya Timika. Namun, sejak dipindahkan beberapa tahun lalu, Mama Fonataba ikut pindah sesuai intruksi dari Pemda Mimika.
“Semua piring gantung yang dijual ini saya datangkan dari Serui. Ada orang yang memang memiliki keahlian untuk membuat piring gantung di sana. Hasil dari menjual piring gantung ini saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu juga digunakan untuk membiayai pendidikan anak. Sisanya ditabung,” ujar Mama Fonataba, di Pasar Sentral Timika, Jumat (14/11).

Mama Dolly, demikian dia biasa disapa, menjamin piring gantung yang dijualnya merupakan kualitas terbaik. “Untuk sebagian masyarakat Papua, piring gantung biasa dipakai sebagai alat pembayaran mas kawin. Selain itu sebagai alat tradisional yang digunakan dalam acara adat dan acara resepsi penjemputan tamu. Sehingga harus benar-benar yang memiliki kualitas terbaik,” katanya.

Mama Dolly menjual piring gantung, mulai dari ukuran kecil dengan harga Rp 500 ribu hingga ukuran besar dengan harga Rp 800 ribu. Piring gantung yang dijualnya juga dalam berbagai motif yang menarik.
“Motif piring juga berpengaruh ke harga. Makin bagus motof, makin mahal har­ganya,” ucapnya.

Ditambahkan, dalam sehari dirinya bisa menjual satu hingga tiga piring gantung. “Kalo tidak untuk alat pembayaran mas kawin, biasanya untuk hiasan dinding,” imbuhnya.

Sementara itu, Donatus, seorang pembeli di Pasar Sentral Timika, menuturkan dirinya membeli beberapa piring gantung untuk digunakan membayar mas kawin. “Ini adalah adat dan budaya. Mungkin dijual.  Namun juga banyak fungsi dengan piring yang dijual,” tandasnya. (Eveerth Joumilena)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mama Fonataba Jual Piring Gantung Penuhi Kebutuhan Hidup