Berlatih Yospan Untuk Lestarikan Budaya Papua

share on:
Mahasiswa Antropologi Uncen Saat Berlatih Yospan (Jubi/Aprila)
Mahasiswa Antropologi Uncen Saat Berlatih Yospan (Jubi/Aprila)

Jayapura, Jubi – Beberapa mahasiswa  Fakultas Antropologi Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura berlatih tarian Yosim Pancar (Yospan) di teras Auditorium Uncen walau hujan mengguyur Kota Jayapura. Mereka berlatih dengan semangat melestarikan budaya Papua.

“Saya datang ke Papua 2008 untuk kuliah. Pada saat masuk kuliah, ada sanggar Gantrocen yaitu Gabungan Anak Antropologi Uncen, saya bergabung. Sayangnya, saya melihat banyak anak Papua yang tidak tertarik untuk melestarikan budaya Yospan,” kata Erta Manuputty, salah satu penari Yospan kepada Jubi di Uncen, Abepura, Jayapura, Minggu (16/11) malam.

Menurut Manuputty, kebanyakan anak muda Papua lebih suka pada budaya hip-hop, tarian kontemporer. Itu alasan Manuputty menggeluti tarian budaya Papua ini. Sejak bergabung, Manuputty mengaku telah berperan serta bersama timnya dalam beberapa event di tingkat nasional.

“Tarian ini bagi saya adalah tarian pergaulan muda-mudi Papua yang harus dilestarikan. Mungkin karena pengaruh kemajuan teknologi, tarian modern dan kesibukan lainnya, kaum muda Papua tidak punya cukup waktu untuk melestarikan tarian yang merupakan bagian dari budaya Papua ini,” katanya lagi.

Manuputty mengaku, dirinya mengalami kesulitan saat pertama berlatih gerakan-gerakan dalam tarian Yospan karena dirinya bukan putra asli Papua tetapi pelatihnya, Aaron Monim sabar mengajarinya dan hingga saat ini masih mempercayakan dirinya menemani adik-adik tingkatnya dalam grup tari ini.

Di tempat yang sama, Aaron Monim, Pelatih Grup Tari Yospan ini kepada Jubi mengatakan latihan yang dilakukan untuk berperan serta dalam lomba yang dilaksanakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Papua dalam rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu yang akan dilaksanakan pada 25 November 2014 mendatang.
“Latihan ini sudah berjalan satu bulan yang dilaksanakan setiap hari,” kata Aaron kepada Jubi, Minggu (16/11) malam.

Terkait tempat latihan yang menggunakan halaman depan Auditorium Uncen, Monim mengatakan pihaknya masih berusaha menyiapkan tempat yang layak agar ke depan mahasiswa punya tempat berlatih.

“Sudah sejak kecil punya bakat di bidang tarian budaya ini. Saat ini saya punya sanggar sendiri di Yoka Pantai yaitu Sanggar Kalodouw,” menjawab pertanyaan Jubi, alasan Monim menjadi pelatih Yospan. (Aprila Wayar)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Berlatih Yospan Untuk Lestarikan Budaya Papua