WWF Program Papua Akan Memperkenalkan Iptek Melalui Film

share on:
Logo WWF. (IST)
Logo WWF. (IST)

Abepura, Jubi -Pengenalan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Iptek juga dapat dikenalkan melalui kegiatan seni yang menghibur, misalnya, melalui film.

Pernyataan itu disampaikan, aktivis World Wildlife Fund (WWF) program Papua, Andhiani M.Kumalasari kepada Jubi melalui releasenya, Minggu (16/11). “Iptek dapat disampaikan dengan cara yang mendidik sekaligus menghibur melalui media audiovisual”.

Karena itu, menurut Andhiani, untuk mengkomunikasikan pengenalan iptek melalui seni dalam hal ini film, Goethe Institut Jerman (GIJ) bekerjasama dengan WWF Indonesia – Program Papua menyelenggarakan kegiatan Science Film Festival (SFF) 2014.

Ferrstival ini di selengarakan di seluruh Indonesia. Di kota Jayapura akan diselenggarakan pada tanggal 17 dan 18 November 2014 di Auditorium RRI Kota Jayapura. Katanya, akan ada belasan Film pendek yang akan di putar di acara yang akan diikuti oleh murid-murid dari beberapa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota Jayapura ini.
“Akan ada 15 film pendek dengan tema pendidikan lingkungan hidup yang diputar pada keseluruhan acara SFF tersebut,”katanya.

SFF, WWF dan GIJ, menurut Andhiani, mempersembahkan film-film yang menjelaskan pelbagai permasalahan ilmiah dengan cara yang mudah diakses dan menghibur bagi penonton luas. Semua film disinkronisasikan ke dalam bahasa setempat agar penonton lebih mudah mengakses isi yang terkandung di dalamnya.

Katanya, tujuannya sederhana saja, keseluruhan dari SFF adalah untuk menunjukkan bahwa iptek dapat dikomunikasikan dengan cara yang mendidik dan juga menghibur, memberi kontribusi pada perkembangan infrastruktur komunikasi iptek serta mendukung pendidikan iptek.

Maria Sherlly, Communication and Environmental Education Officer, WWF Indonesia- Program Papua, menjelaskan, “Bagi WWF secara khusus, kegiatan ini merupakan bagian dari pengenalan dan penerapan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan. Tema yang dipilih untuk SFF tahun ini adalah Energi Terbarukan, Energi Masa Depan.”

Selain pemutaran film, katanya, akan ada kegiatan mini workshop dan games yang dengan tema Energi Terbarukan, Energi Masa Depan.
“Diharapkan nanti akan ada 2.400 murid sekolah yang ikut memeriahkan kegiatan SFF. Degan kegiatan tambahan lain seperti mini workshop dan games edukatif, anak-anak akan mendapat lebih banyak lagi pemahaman baik itu tentang iptek sendiri maupun hal-hal yang terkait dengan pelestarian lingkungan,”harap Sherlly. (Mawel Benny)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WWF Program Papua Akan Memperkenalkan Iptek Melalui Film