Harga Angkot Naik, Aktivitas Mahasiswa Mandek

share on:
Mahasiswa Palang kampus Tuntut Turunkan Harga BBM (Jubi/Mawel Benny)
Mahasiswa Palang kampus Tuntut Turunkan Harga BBM (Jubi/Mawel Benny)

Abepura, Jubi – Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua mendesak pemerintahan Presiden Joko Widodo dan wakilnya Yusuf Kalla menurunkan harga BBM agar bisa dijangkau masyarakat kelas bawah.

“Pemerintah harus turunkan harga BBM supaya kita bisa beraktivitas mengejar cita-cita,” kata Fredy Waliangen, mahasiswa Universitas Cenderawasih dari Fakultas Ilmu Sosial Politik, kepada Jubi di sela-sela aksi di depan Gapura Kampus Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (20/11).

Kalau tidak diturunkan, menurut Walianggen, mahasiswa asal Kabupaten Yalimo ini, kenaikan harga BMM sungguh membebani masyarakat kelas bawah. Ongkos angkutan kota yang mahal membuat aktivitas masyarakat kelas menengah ke bawah mandek total. “Masyarakat lemah dan mahasiswa tidak bisa ke mana-mana,” ujarnya serius.

Kordinator aksi, Stenli Salamahu, mahasiswa FISIP Uncen mengatakan pemerintah meluncurkan tiga kartus sakti menggantikan subsidi namun warga Papua belum dapat itu.
“Katanya tiga kartu sakti sampai hari ini, kita belum dapat,” ungkapnya.

Karena itu, menurut para pendemo ini, wakil rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia harus meminta presiden memberikan penjelasan. Penjelasan mendetail kepada rakyat yang belum siap menerima kenaikan harga. Penjelasan yang dapat diterima seluruh rakyat.
“DPR harus mengunakan hak interpelasi untuk meminta pertanggungjawaban Presiden,” kata Salamahu.

Dampak dari kenaikan harga BBM itu betul-betul dirasakan masyarakat dan mahasiswa di kota Jayapura. Ongkos Angkutan Kota naik dua kali lipat dari kenaikan harga BBM. Taxi Jurusan Abe Sentani yang dulu 5 ribu menjadi 10 ribu. Ongkos dari Abe ke Waena dari 3 ribu menjadi 5 ribu hingga 6 ribu yang jarak tempuhnya kurang lebih 3 KM. (Mawel Benny)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Harga Angkot Naik,  Aktivitas Mahasiswa Mandek