KMP3R : Papua Biasa Dengan Harga Mafia BBM

share on:
Kaleb Woisiri, Ketua KMP3R - Jubi-Aprila
Kaleb Woisiri, Ketua KMP3R – Jubi/Aprila

Abepura, Jubi – Kaleb Michael Woisiri, Ketua Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Papua Peduli Rakyat (KMP3R) mengatakan Papua tidak terpengaruh dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena Papua sudah biasa dengan harga BBM  yang selangit akibat ulah  mafia yang jug abermain di tingkat lokal.

“Dengan kenaikan harga BBM ini, kami justru berharap pemerintah dapat memberantas mafia minyak dan gas (migas) yang selama ini bermain mengeruk keuntungan dari eksplorasi migas nasional yang diproduksi dalam negeri,” kata Kata Kaleb Woisiri kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Abepura, Jayapura, Papua, Rabu (19/11).

Terlebih, lanjut Woisiri, mafia dalam kubu BUMN PT Pertamina Indonesia. KMP3R juga berharap pemerintah dapat menuntaskan pemberantasan korupsi, pekerjaan rumah selama 10 tahun pemerintahan lalu yang terkorup, agar pemerintahan ini berjalan sehat dan memiliki wibawa dalam pergaulan berbangsa dan bernegara.

“Kami optimis dapat mengembalikan kepercayaan rakyat kepada pemerintah dan ini merupakan amanat Pancasila karena sesungguhnya kedaulatan adalah milik rakyat,” katanya lagi.

Pemerintah juga diharap melakukan reformasi birokrasi yang sasarannya pada perampingan struktur dan fungsi lembaga-lembaga pemerintah karena KMP3R menganggap telah terjadi tumpang tindih kewenangan dan ini sangat tidak efektif karena berdampak langsung pada pemborosan uang negara.

“Dalam dua hari ke belakang, telah terjadi aksi pemalangan jalan di Jayapura yaitu di Entrop dan di Expo Waena semalam yang sebenarnya merupakan ekses atau dampak dari kenaikan harga BBM  itu sendiri,” kata Woisiri lagi.

Di tempat yang sama, Yansen Kareth, Sekjen KMP3R mengatakan terkait kondisi masyarakat pasca kenaikan BBM ini, pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo segera memberikan solusi kepada rakyat miskin yang sangat membutuhkan ini.

“Pemerintah juga melalui Organda harus segera menetapkan harga angkutan umum agar tidak menimbulkan konflik sosial antar masyarakat. Baik masyarakat pengguna angkutan umum maupun supir angkutan umum,” harap Kareth.

Harga premium eceran di seputaran Kota Jayapura, kini mencapai 15 ribu rupiah perliter, namun di daerah pedalaman, harganya bisa mencapai 50 ribu rupiah.  (Aprila Wayar)

Tags:
Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KMP3R : Papua Biasa Dengan Harga Mafia BBM