Betaubun: Roh Kurikulum Sama

share on:
ANGGOTA DPR RI MELIHAT PELAKSANAAN K13 (JUBI/SINDUNG)
ANGGOTA DPR RI MELIHAT PELAKSANAAN K13 (JUBI/SINDUNG)

Jayapura, Jubi – Adanya wacana penghapusan atau penghentian kurikulum 2013 kembali ke KTSP oleh Kabinet Jokowi dianggap biasa. Langkah ini dinilai hal yang wajar, pasalnya, ruh dari pergantian adalah sama.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Robert Johan Betaubun. “Kita kan tunggu ikuti petunjuk atasan, tapi tidak menyulut semangat persiapan  penerapan implementasi Kurikulum 2013 (K13) di lapangan Kota Jayapura pada tahun 2015 sebab wacana didalam regulasi kurikulum itu sama akan tetapi diperbarui dengan pikiran terbaru dalam regulasi tapi ruhnya sama,” kata Robert kepada wartawan, Kamis (20/11).

Bahkan, lanjut Betaubun, jika adanya kebenaran wacana tersebut dan digantikan oleh kurikulum baru tentunya hanya mengubah istilahnya saja. “Muatannya akan sama dan jika daerah bisa mampu membentuk kurikulum sendiri. Itupun bisa diperbolehkan membentuk kurikulum lokal untuk Papua sendiri mengacu potensinya di Papua,” katanya.

Sementara, desakan kepada Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah (Menbud Dikdasmen) Anies Baswedan, seperti dilansir Sinar Harapan.co.id mengatakan, perlunya pengkajian serius terhadap pemberlakuan Kurikulum 2013.
Weilin Han, pemerhati Pendidikan mengatakan, penerapan kurikulum baru itu diwarnai banyak keteledoran. Baik dalam hal kebijakan maupun penyediaan dokumen-dokumen kurikulum.
“Akan sangat bijak bila menteri mengkaji Kurikulum 13 untuk mencegah kekeliruan yang lebih fatal,” kata Weilin.

Weilin melanjutkan, keteledoran Kurikulum 2013 menimbulkan pertanyaan besar. Ia mencontohkan dokumen Kurikulum 2013 dari pemerintah hanya mencontek kurikulum sebelumnya yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Namun, di lain pihak, pemerintah tidak dapat menjelaskan alasan KTSP harus diubah. (Sindung Sukoco)

 

Editor : Albert Yomo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Betaubun: Roh Kurikulum Sama