Voli Pasir Harus Miliki PPLP di Papua

share on:
Roy Letlora (kanan) Mengharapkann Pemerintah Segera Adakan PPLP untuk Voly Pasir (Jubi/Roberth Wanggai)
Roy Letlora (kanan) Mengharapkann Pemerintah Segera Adakan PPLP untuk Voly Pasir (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Papua memiliki potensi medali emas cabang olahraga voli pasir. Selain  faktor alam yang memungkinkan untuk membentuk atletnya, juga secara fisik, orang Papua  sangat cocok untuk olahraga tersebut. Bahkan terbukti anak-anak Papua di beberapa even mendulang emas, mulai dari Engelbertha Kaize, Yokbet Kapasiang, Devota Raharareng yang mencatat prestasi di SEA Games hingga Asian Games. Di lingkup nasional mereka yang paling kuat.

Pemerhati voli pasir, Roy Letlora melihat voli pasir sangat sesuai dengan kondisi alam di Papua. Namun ironisnya, voli pasir yang mestinya diajarkan sejak dini, melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), justru tidak memiliki PPLP ini. Daerah lain bahkan mengalokasikan anggaran untuk dibiayai melalui APBD dan APBN untuk voli pasir.
“Sangat disayangkan kalau memang olahraga ini tidak dikembangkan sejak dini, di Papua terutama melalui PPLP,” kata Roy, Jumat (28/11) di Kantor KONI Papua sembari mengharapkan perhatian semua pihak dalam hal ini Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua dapat melihat hal ini. Dia bahkan berharap tahun 2015, voli pasir sudah ada PPLP nya.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua, ZF. Marey mengakui bahwa PPLP voli pasir sudah dipikirkan kesana. “Karena memang saat ini di PPLP untuk voli pasir, belum ada,” kata Marey. Itu sebabnya dia berjanji akan mengkondisikan sesegera mungkin PPLP untuk voli pasir.
“Saya pikir tidak ada salahnya karena memang harus ada. Sehingga cabang olahraga (cabor) ini harus eksis dan punya prestasi yang baik. Karena memang fisik anak Papua secara natural, mereka mampu dengan kemampuan fisik yang ada. Tinggal dipoles,” kata Marey lagi. (Roberth Wanggai)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Voli Pasir Harus Miliki PPLP di Papua