Connect with us

Lembar Olahraga

Delapan Petinju Papua Akan Mengikuti STE di Medan

Published

on

Petinju Putri Papua, Magdalena Kambayong (kanan) besama suaminya, Manu Maker (Jubi/Roberth Wanggai)

Petinju Putri Papua, Magdalena Kambayong (kanan) besama suaminya, Manu Maker (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Pengprov Pertina Papua akan mengutus delapan atlit terbaiknya ke Sarung Tinju Emas (STE) XXIII di Medan Sumatera Utara pada 9-13 Desember 2014.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov Pertina Papua, Beny Maniani, Rabu (3/12) mengatakan jatah yang diberikan 10 petinju tetapi hanya delapan yang dikirim ke Medan.

Lima petinju putri masing-masing, Norbertha Tajun, Susi Epa, Magdalena Kambayong, Salomina Yerisetouw dan Sopia Mofu. Sedangkan tiga petinju putra adalah Andre Amonopuyo, Agus Gebze, Michel Amokwarong.

“Sementara Rico Amonopuyo (atlit kontrakan dari Makasar), tidak bisa kita mainkan karena dipermasalahkan oleh Pengprov Pertina Sulawesi Selatan. Sehingga kita tidak pakai dia. Selain Rico, juga Tofan Paransa yang saat ini bertugas di Waropen juga tidak kami ikutkan,” kata mantan petinju kelas berat Papua itu.

Disinggung soal target ke STE Medan, Beny Maniani mengatakan tidak ada target.
“Kami tidak target. Karena ini cabang olahraga tidak terukur, lebih banyak frekwensi pertandingan. Mereka akan belajar dari kekurangan dan kelebihan yang mereka punya sehingga itu menjadi dasar kepada seorang pelatih untuk bisa menetapkan programnya dengan baik,” ungkap lelaki berambut putih itu.

Ketua Komisi Tehnik (Komtek) Pengprov  Pertina Papua, Carol Renwarin mengakui tradisi STE selama ini  petinju Papua yang ikut di even-even tinju yang dibuat PB Pertina selalu masuk di babak semi final dan babak final. (Roberth Wanggai)

Lembar Olahraga

Atlet Selancar Angin Papua Minim Pengalaman

Published

on

Salah satu atlet selancar angin Papua, Jean Christin Koibur ketika berlatih di Pantai Balongan Indramayu-Jubi/Islami

Salah satu atlet selancar angin Papua, Jean Christin Koibur ketika berlatih di Pantai Balongan Indramayu-Jubi/Islami

Indramayu, Jubi – Sebelum turun bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat di venue Pantai Balongan, Indramayu, Jawa Barat para atlet selancar angin Papua masing merasa minim pelangaman bertanding.

Minim pengalaman bertanding ini di mana selama persiapan jelang PON XIX Jawa Barat, para atlet selancar angin Papua tidak pernah menjalankan try out, hanya menjalani Training Center (TC) di Bali.

Atlet senior selancar angin Papua, Wayan Wiranata mengatakan, meski persiapan para atlet dirasakan sudah 100 persen, namun secara teknis pengalaman bertanding hanya didapat secara otodidak.

“Jadi secara teknis pengalaman TC di Bali kemarin kami rasa kurang, karena meski punya pelatih hanya saja tidak pernah ada pembelajaran dari pelatih secara langsung selama berlatih, jadi kami belajar otodidak curi-curi ilmu,” kata Wayan Wiranata di Rumah Posko 6 Indramayu, Selasa (20/9/2016).

Diakui Wayan, meski komunikasi dengan pelatih kepala baik dan lancar, hanya pembelajaran teknis bertanding saja yang belum didapat secara maksimal.

Pasalnya, pelatih kepala selancar angin Papua selain bertugas sebagai pelatih, yang bersangkutan juga masih menjadi atlet dan manager untuk kontingen Bali.

“Tetapi kami tetap optimis dengan kondisi seperti ini, sehingga target kami terburuk dapat meraih perak di nomor RS:X dan RS:One,” kata Wayan.

Hal senada diungkapkan Ronaldo Ajab Arwani Papare, di mana selama TC tidak pernah mengikuti try out. Padahal, kontingen lainya melakukan try out di luar negeri, sehingga hal ini juga bisa mempengaruhi pertandingan.

“Pengalaman bertanding itu penting, karena kita bisa melihat sekaligus mengukur kemampuan kita sendiri dan juga kontingen lain,” ungkap Papare.

Tim selancar Papua sendiri akan bertanding pada tanggal 22 September 2016, dengan menurunkan lima atlet yaitu Wayan Wiranata (nomor Mistral One Design), Sasa Khrisnamurti (nomor RS:X), Kadek Widnyana (RS:One), Ronaldo Ajab Arwani Papare (Techno 293 Boys), Jean Christin Koibur (Techno 293 Girl). (*)

Continue Reading

Lembar Olahraga

Erni Sokoy Ratu Dayung Papua, Raih Dua Medali Emas

Published

on

Erni Sokoy peraih dua medali emas cabor dayung-Jubi/Ist

Erni Sokoy peraih dua medali emas cabor dayung-Jubi/Ist

Jayapura, Jubi– Atlet pelatnas ini kembali ke Papua untuk memperkuat PON Papua XIX di Jawa Barat.Bahkan telah mengundurkan diri sebab bagi Erni Sokoy partisipasinya dalam PON XIX di Jawa Barat mungkin yang terakhir.

Hal ini diakui pula oleh Vines Kambay pelatih dayung Papua dan juga suami dari Erni Sokoy kepada Jubi jelang persiapan tim dayung Papua di pelatihan Mess Dayung Danau Sentani beberapa waktu lalu.
“Kemungkinan ini partisipasi terakhir bagi Erni Sokoy karena faktor usia,”kata Kamaby kala itu tetapi dia percaya kalau Erni Sokoy masih bisa berprestasi di PON XIX Jawa Barat. Terbukti Erni Sokoy telah menyabet dua medali emas di ajang PON XIX Jawa Barat 2016.
Erni meraih emas kedua pada final nomor Kayak-1 200 Meter Putri cabang dayung canoeing Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar, di Situ Cipule, Kabupaten Karawang, Rabu (21/9/2016) sebagaimana dilansir Antara.

Atlet Pelatnas asal Papua ini menjadi yang tercepat dan mampu membukukan catatan waktu 42.84. Sedangkan pesaing beratnya dari Banten, Since Lithasova Yom harus puas di posisi kedua.

Dalam pertandingan yang disaksikan ratusan penonton itu, Erni Sokoy bersaing ketat dengan Lithasova Yom, sejak selepas start hingga garis finis.

Bahkan sekitar 20 meter menjelang garis finish, Lithasova Yom berusaha mengejar dengan mengerahkan sisa tenaganya.

Tetapi nampaknya, Erni Sokoy masih cukup kuat, sehingga Lithasova Yom hanya meraih medali perak setelah mencapai finis di posisi kedua.

Lithasova Yom yang berasal dari Papua tapi membela Banten pada PON tahun ini mencapai garis finis di posisi kedua dengan catatan waktu 43.48.

Sementara pedayung tuan rumah Jawa Barat, Masripah, harus puas meraih medali perunggu setelah mencapai posisi ketiga dengan catatan waktu 44.79.

Pada pertandingan final sebelumnya, Erni Sokoy juga telah berhasil menyumbang emas untuk Papua dari Kayak-1 500 Meter Putri cabang dayung PON XIX/2016. Saat itu Erni Sokoy bersaing pula dengan Lithasova Yom meraih medali dari Banten dan pedayung Papua Barat, Lusiana Puadi meraih medali perunggu.

Menariknya lagi ketiga pedayung ini berasal dari Danau Sentani dan bertarung di Situ Cipule Karawang dalam ajang PON XIX Jawa Barat. Erni Sokoy sebagai atlet senior dan pelatnas masih unggul meraih dua medali emas.

Erni Sokoy adalah Peraih medali emas SEA Games 2013 di Myanmar dan pernah terpilih sebagai kapten tim dayung Indonesia di ajang SEA Games XXVII.

Pengalaman Erni Sokoy dua kali tampil di SEA Games 2005 dan 2011 merupakan salah satu nilai pelatih memilihnya menjadi kapten tim perahu naga. Berhasil membawa tim dayung Indonesia meraih medali perak khususnya untuk perahu naga.(*)

Continue Reading

Lembar Olahraga

Banten Akhirnya Menyerah di Tangan Papua

Published

on

Putri Softball Papua-Jubi/Ist

Putri Softball Papua-Jubi/Ist

Jubi– Tim softball putri Banten akhirnya menyerah di tangan Papua dalam lanjutan gelaran Pekan Olahraga Nasional XIX/Jawa Barat yang dilangsungkan di Arena softball FPOK UPI, Bandung, Rabu (21/9/2016).

Di pertandingan yang hanya berjalan selama tiga inning tersebut, Banten harus mengakui kemenangan tim dari bumi Cenderawasih dengan skor 0-22 dengan rincian 0-7 (inning 1), 0-11 (inning 2) dan 0-4 (inning 3).

Salah satu pelatih tim putri dari provinsi di ujung barat Pulau Jawa itu, Ali Nursanto mengungkapkan kekecewaannya karena timnya harus mengalami kekalahan kedua di ajang ini.

“Kami tentu sangat kecewa dengan hasil dari dua pertandingan ke belakang dan saat ini kami sedang melihat apa masalahnya,” kata Ali selesai pertandingan.

Ali menilai kondisi pemain yang dalam kondisi tidak baik juga berpengaruh pada performa tim Banten yang harus menjalani laga berat di awal turnamen dengan menghadapi tim-tim papan atas seperti Papua Barat, Papua, DKI dan Jawa Barat.

“Kemarin mereka kondisi banyak yang drop karena perubahan cuaca drastis, ditambah dengan kondisi di lapangan permainan yang cuacanya juga dingin, ini sepertinya berpengaruh ke performa tim,” ujar dia.

Untuk ke depannya, Ali mengatakan tim Banten akan melakukan evaluasi mendalam atas performa selama dua pertandingan sebelumnya.

“Tentu kami akan melakukan evaluasi mendalam atas performa kami dua pertandingan ke belakang, dan pertandingan kedepannya kami akan punya performa yang baik,” tutur dia.

Dengan hasil tersebut, Papua berhasil menggeser DKI Jakarta di puncak klasemen meski sama-sama mendapatkan dua kemenangan, Papua memiliki agresifitas lebih baik disusul Jawa Barat di posisi tiga yang baru saja mencetak satu kemenangan. Sementara Papua Barat berada di peringkat keempat, sedangkan di papan bawah klasemen, ada Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Banten.(*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.