Hadapi ISL Musim 2015, Persiwa Butuh Dana 20 Miliar Rupiah

share on:
Menghadapi musim baru di Indonesia Super League, Persiwa Wamena sangat membutuhkan dana yang banyak. Jubi/Islami
Menghadapi musim baru di Indonesia Super League, Persiwa Wamena sangat membutuhkan dana yang banyak. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Usai memastikan kembali promosi ke kasta tertinggi persepakbolaan nasional yaitu di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015 mendatang, jelas membuat tim Persiwa Wamena merasa bangga.

Namun disamping itu, masalah financial juga menjadi perhatian serius tim untuk mengarungi ketatnya kompetisi ISL musim mendatang. Tak ayal, tim berjuluk “Badai Dari Pegunungan” itu sangat membutuhkan banyak dana guna memenuhi kebutuhan tim.

Ketua Umum Persiwa, Jhon Ricard Banua kepada wartawan di Wamena, Jumat (5/12) mengakui, untuk ISL musim depan tim membutuhkan dana minimal 20 miliar rupiah untuk kompetisi penuh dengan 20 tim dan menggunakan sistem home away sehingga beban anggaran sangat besar.

Dengan begitu, berbagai upaya terus dilakukan managemen tim untuk mencari sponsor agar ketika menjalani kompetisi tidak mengalami kendala, baik dari segi transportasi ketika berlaga away juga akomodasi dan lainya.

“Untuk sponsor, kita sudah buat surat ke Bank Papua mengucapkan terima kasih telah menjadi sponsor Persiwa di divisi utama sekaligus meminta dapat mensponsori di ISL. Kami pun telah ajukan surat ke PT. Freeport Indonesia meminta dukungan dengan melakukan pengantar dari Gubernur, bahwa kenapa Persipura diberikan bantuan sedangkan beberapa tim Papua lainya tidak, seperti bank Papua juga memberikan sponsor ke Persipura hampir sekitar 14 miliar di dalam dua kompetisi, ya minimal kita juga sama tidak ada bedanya,” ujar Jhon Banua.

Jhon Banua pun berharap para sponsor seperti Bank Papua, Freeport harus melihat tim lain, karena di Papua bukan hanya Persipura ada Persiwa, Persiram dan Perseru yang berlaga di Indonesia Super League.

Untuk upaya ke sponsor lain pun coba dijajaki, namun komitmen dengan berbagai maskapai penerbangan di Wamena tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan, di mana pada divisi utama saja janji akan beri bantuan tidak terealisasi.

“Makanya kita akan panggil semua untuk berbicara kembali, karena kompetisi divisi utama saja mereka sudah menyanggupi memberikan sponsor, tetapi hingga akhir kompetisi yang berikan hanya Jayawijaya Dirgantara dan Qualita,” katanya.

Selain itu juga Persiwa berharap komitmen Gubernur Papua memberikan dukungan apalagi kepada salah satu tim pegunungan tengah berjanji akan berikan dukungan.

“Makanya saya harap jika beliau berikan dukungan, yang penting memberikan rekomendasi ke PT. Freeport Indonesia saja artinya sudah sama dengan Gubernur memberikan dukungan ke kita,” tegasnya.

Disisi lain upaya agar para kepala daerah yang tergabung dalam asosiasi bupati se pegunungan tengah Papua membantu Persiwa, hingga kini masih terus dijajaki.

“Dengan pihak asosiasi memang akan memberikan bantuan, tetapi realisasi sampai kita turun dari ISL ke divisi utama dan kembai lagi ke ISL tidak terlaksana. Kita harap momentum rapat bupati se pegunungan pekan depan di Wamena bisa ada dukungan untuk Persiwa, saya kira bisa dianggarkan di APBD untuk memberikan dukungan ke tim, yang penting diberikanya melalui KONI, lalu KONI berikan ke Persiwa dan itu boleh dalam aturan,” ungkap Jhon Banua.

Hal senada pun disampaikan Manager Persiwa, Agus Santoso. Di mana, managemen coba kembali merevisi lagi komitmen yang tidak terealisasi kepada asoasiasi bupati untuk membantu Persiwa, karena bagaimana pun juga Persiwa adalah asset masyarakat di pegunungan tengah Papua.

“Para bupati yang mempunyai komitmen untuk persiwa akan diingatkan kembali, karena di musim 2015 sangat berat, akan diikuti 20 tim dibagi satu wiayah, barang tentu membutuhkan biaya yang sangat banyak terutama sisi transportasi dan akomodasi,” kata Agus. (Islami)

Editor : Dominggus Mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Hadapi ISL Musim 2015, Persiwa Butuh Dana 20 Miliar Rupiah