Perindagkop : Harga Tertinggi BBM di Jayawijaya 23.000 Rupiah Per Liter

share on:
Salah seorang masyarakat di Kota Wamena ketika membeli bensin eceran. Jubi/Islami
Salah seorang masyarakat di Kota Wamena ketika membeli bensin eceran. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi baik jenis premium maupun solar, berdampak pula bagi kenaikan harga bensin dan solar di tingkat eceran maupun industri khususnya di Kabupaten Jayawijaya.

Sejak pemerintah pusat memutuskan menaikan harga bahan bakar minyak, di Kota Wamena beberapa penjual bensin eceran pun langsung menaikan harga.

Jika sebelum BBM naik harga bensin di eceran tertinggi hanya Rp 22 ribu, saat ini mencapai 25-26 ribu rupiah, apalagi jika malam hari harga menjadi 30 ribu rupiah.

Padahal menurut instruksi yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi bahwa sejak kenaikan harga BBM tidak akan berpengaruh terhadap harga di tingkat eceran.

Menurut Kepala Dinas Perindagkop Jayawijaya, Semuel Munua, hanya BBM bersubsidi saja yang naik, sedangkan untuk eceran dan industri tidak ada kenaikan.

“Untuk subsidi sama harganya 8.500 untuk bensin atau premium, 7.500 untuk solar, sedangkan untuk di industri bensin hanya 20.000 per liter dan solar 22.000, harga eceran paling tinggi 23.000 untuk bensin dan solar,” ujar Semuel kepada wartawan di Wamena, Jumat (5/12).

Hal tersebut diakui Semuel Munua, sesuai surat edaran pemerintah setempat, sehingga jika ada yang jual di atas ketentuan, maka Perindakop akan langsung melakukan pengecekan ke lapangan.

Sebelumnya juga, akibat naiknya harga bahan bakar minyak sejumlah angkutan kota di Kota Wamena menuntut adanya penyesuaian tarif dengan kondisi harga bbm.

Di mana, puluhan supir angkutan kota (angkot) yang beroperasi di seputaran Kota Wamena langsung meminta kebijakan untuk menaikan tarif.

Puluhan supir angkot di Wamena mendatangi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jayawijaya, Rabu (19/11) guna menuntut kepada pemerintah setempat agar menaikan tarif angkutan kota.

Namun sesuai penjelasan dari pihak Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jayawijaya bahwa meski harga BBM naik namun pihaknya belum dapat memastikan penyesuaian harga karena harus sesuai prosedur.

“Kita harus ikuti prosedur, itu harus ada surat dari Menteri Perhubungan tentang penyesuaian tarif, dari menteri turun ke Gubernur dan dilanjutkan ke kabupaten/kota, lalu kita bisa sesuaikan dengan tarif baru itu,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jayawijaya, Daniel Mambay. (Islami)

Tags:
Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perindagkop : Harga Tertinggi BBM di Jayawijaya 23.000 Rupiah Per Liter