Persiwa Terancam Tak Bisa Memainkan Laga Home di Wamena

share on:
Kondisi Stadion Pendidikan Wamena yang perlu dilakukan renovasi, guna menunjang pertandingan ISL musim 2015. Jubi/Islami
Kondisi Stadion Pendidikan Wamena yang perlu dilakukan renovasi, guna menunjang pertandingan ISL musim 2015. Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Meski dipastikan berlaga di Indonesia Super League (ISL) pada musim 2015 nanti, namun tim Persiwa Wamena terancam tak dapat memainkan laga home/kandang mereka akibat faktor stadion yang kurang memenuhi standar PSSI.

Pasalnya, sesuai aturan PSSI maupun PT. Liga Indonesia sebagai pengelola kompetisi ISL mengharuskan setiap tim yang berlaga mempunyai stadion dan seluruh kebutuhan pertandingan sesuai standar.

Manager Persiwa, Agus Santoso ketika dihubungi Jubi, Senin (9/12), menjelaskan Stadion Pendidikan yang selama ini menjadi kandang Persiwa perlu direnovasi.

“Sebenarnya masih banyak catatan untuk Persiwa agar bisa jalani laga home seperti rumput lapangan harus diganti, ruangan-ruangan seperti ruang press conference, ruang ganti tim serta penambahan daya lampu belum memenuhi standar yang ditetapkan PT liga,” ujar Agus.

Agus menambahkan, semua itu dapat terpenuhi jika janji-janji kepada Persiwa untuk menunjang kompetisi tertinggi sepak bola nasional itu terealisasi.

“Kita tahu sendiri bahwa asosiasi Bupati se pegunungan tengah Papua berjanji akan membantu Persiwa, juga para sponsor lainya. Jika semua itu ditepati, maka Persiwa akan bermain di luar Wamena sebagai home base sangat tidak mungkin,” jelas Agus.

Disisi lain ketua umum Persiwa, Jhon Ricard Banua pekan lalu kepada wartawan menjelaskan menjelang akhir kompetisi divisi utama tim dari Badan Liga Indonesia mengunjungi Wamena dan melihat kondisi Stadion Pendidikan. Namun  managemen Persiwa hingga kini belum mendapat kepastian resmi apakah Stadion Pendidikan Wamena layak atau tidak menggelar pertandingan ISL musim depan.

“Kita belum dapat kepastian dari BLI untuk persiapan stadion. Kemarin sebelum akhir kompetisi divisi utama memang ada tim dari BLI datang cek lapangan, namun hingga kini kita belum dapat hasil kembali dari BLI untuk stadion,” kata Jhon Banua.

Yang penting, ujarnya, fokus managemen dan pemerintah daerah setempat ialah memperbaiki kondisi lapangan sepak bola.

“Jadi fokus ke lapangan atau rumput, di mana ada lubang-lubang akan kita perbaiki. Kita tidak bongkar semuanya hanya menambal tanah yang sudah rusak saja, kalau bongkar seluruhnya waktu tidak akan cukup untuk persiapan ISL,” kata Jhon Banua. (Islami)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Persiwa Terancam Tak Bisa Memainkan Laga Home di Wamena