Kurikulum 2013 Terkesan Dipaksakan Untuk Diterapkan di Sekolah-Sekolah

share on:
Siswa dan siswi sedang mendengar arahan Bupati Merauke, Romanus Mbaraka beberapa waktu lalu. (Jubi/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi- Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Felix Liem Gebze mengatakan, kurikulum 2013 terkesan dipaksakan untuk dijalankan dan atau dilaksanakan di sekolah-sekolah.  Karena dalam kenyataan, buku-buku pun belum sampai 20 persen, diterima para guru. Jika sudah ada, tentunya sebagai pedoman untuk melihat materinya.

Demikian disampaikan Felix saat ditemui di Swisbell Hotel Selasa (9/12).  “Kalau mau bilang efektif kurikulum 2013, ketersediaan buku hampir tidak ada. Dengan demikian, para guru pun tidak bisa mengetahui dan memahami dengan baik,” ujarnya.

Pihaknya telah melakukan rapat koordinasi secara internal bersama beberapa pejabat di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Merauke, terkait kebijakan Menteri Pendidikan nasional untuk diberhentikannya Program K-13 tersebut.

“Memang sesuai surat edaran Mendiknas, sekolah-sekolah yang baru menjalankan dan atau melaksanakan K-13 selama satu semester, harus diberhentikan. Sedangkan bagi sekolah yang telah menjalankan tiga semester, nantinya akan diundang guna didengar pendapat secara langsung. Sehingga dapat diketahui pasti apakah masih tetap berlanjut atau dihentikan,” katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Luas Sekolah Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke, Daniel Taraneno membenarkan juga jika sembilan sekolah akan diundang sekaligus dibicarakan lebih lanjut tentang K-13 yang sudah dijalankan selama kurang lebih tiga semester. (Frans L Kobun)

 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kurikulum 2013 Terkesan Dipaksakan  Untuk Diterapkan di Sekolah-Sekolah