DPR Papua ‘Curi’ Ilmu Dari Seminar Anti Korupsi

share on:
Wakil Ketua III DPRP, Yanni, Salah Satu Peserta Seminar Seminar Nasional Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi - Jubi/Arjuna
Wakil Ketua III DPRP, Yanni, Salah Satu Peserta Seminar Seminar Nasional Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Sejumlah anggota DPR Papua ‘mencuri’ ilmu pada Seminar Nasional Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 10 Desember lalu di Jogja. Seminar itu dalam rangka hari Anti Korupsi yang jatuh pada 9 Desember.

Beberapa anggota DPR Papua yang hadir mengaku mendapat pengetahuan baru bagaimana mencegah serta penyebab terjadinya korupsi.

Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni mengatakan, dalam seminar dilakukan diskusi dan tanya jawab tentang pencegahan korupsi.

“Ini menarik. Ternyata pada 2013-2014 prestasi luar biasa yang dicapai KPK antar lain lebih efektif terhadap pencegahan daripada penanganan. Informasi yang kami dapat dalam seminar, 2015 KPK akan buka kantor di semua provinsi di Indonesia,” kata Yanni kepada Jubi, Kamis (18/12).

Menurutnya, bangsa Indonesia bukan hanya berhadapan dengan pihak asing, tapi korupsi adalah kejahatan yang lebih jahat dan membuat rakyat menderita.

“Karenanya sesuai apa yang kami dapat ketika seminar, pencegahan harus diawali dari keluarga. Penangan kasus di KPK banyak yang berkaitan erat dengan dukungan keluarga sehingga terjadi penyimpangan,” ucapnya.

Menurutnya, kedepan para pejabat dan pihak yang mengelola uang negara harus lebih berhati-hati lagi. Apalagi dalam seminar itu, diketahui kesalahan banyak terjadi pada prosedur pelaksanaan.

“Kami mau 2015 Papua lebih baik lagi dan penyalagunaan keuangan bisa lebih diminimalisir,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan anggota DPR Papua Maria Duwitauw. Katanya, pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Kejujuran adalah hal utama.

“Saya pikir kalau di keluarga jujur, maka korupsi di tempat kerja juga minim. Mungkin tidak terlalu seperti yang dikhawatirkan. Setelah mengikuti seminar, satu hal yang saya mau sampikan kepada bupati di daerah dan istri-istri bupati serta pejabat harus hati-hati. Misalnya saja ada gubernur dan istrinya jadi tersangka korupsi,” kata Maria.

Dikatakan, pejabat dan istrinya harus kerjasama baik agar tak ada indikasi korupsi. Sayang jika reputasi yang sudah dibangun bertahun-tahun, rusak seketika hanya karena kasus korupsi. (Arjuna Pademme)

 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPR Papua ‘Curi’ Ilmu Dari Seminar Anti Korupsi