Waktu Singkat, Binaraga Papua Paceklik Medali di Kejurnas

share on:
Edo Apcowo dan Yulianus Marian Pelatih BInaraga Papua di Kejurnas Ria. Keduanya Mengakku fakto waktu mepet Papua Paceklik Medali (Jubi/Roberth Wanggai)
Edo Apcowo dan Yulianus Marian Pelatih BInaraga Papua di Kejurnas Ria. Keduanya Mengakku fakto waktu mepet Papua Paceklik Medali (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Persiapan waktu singkat menjadi alasan sebab Binaraga Papua mengalami pacekllik medali di Kejurnas Binaraga yang berlangsung di Riau 27-30 November 2014 lalu. Trio pelatih Binaraga Papua yang berhasil diwawancara Jubi, Rabu (17/12) di Kantor KONI Papua, bersepakat persiapan waktu adalah kata kunci yang  menjadi biang keladi Papua paceklik medali di Kejurnas tersebut.

Pelatih Neles Morin kepada Jubi mengatakan waktu Kejurnas dengan persiapan sangat mepet. Buntutnya atlit Binaraga Papua yang belum ada persiapan sama sekali, harus dipaksa berlatih dalam kurun waktu dua minggu.
“Memang kita belum ada persiapan sama sekali. Nanti pas dua minggu disuruh berkumpul,” kata Neles Morin.

Apalagi dalam tahapan persiapan kejuaraan kata Morin, seorang atlet harus melalui tahapan balkin (pembesaran otot) baru masuk tahapan diet.
“Kemarin buka balkin, tapi langsung diet. Harus melalui balkin dan dilanjutkan dengan diet. Itu kasih besar badan dulu baru diet,” kata Morin.

Hal senada dikatakan pelatih Edo Apcowo. Dia mengatakan di Kejurnas Binaraga Riau, Papua hanya kehilangan moment persiapan latihan.
“Kemarin itu kita kalah dari persiapan saja. Kalau untuk otot, tidak beda jauh. Cuma kalah di persiapan saja. Kemarin itu lawan kita daerah lain sudah TC duluan. Jadi otomatis mereka dengar ada kejuaraan masuk persiapan diet,” kata peraih medali emas Riau itu di Kantor KONI Papua APO Kota Jayapura-Papua.

Dia mengatakan idealnya seorang atlet binaraga untuk persiapan ke sebuah Kejuaraan atau even-even tertentu, minimal persiapannya tiga sampai empat bulan. Hal yang sama diungkpakan pelatih Yulianus Marian.
“Kita kesana seperti itu. Karena persiapannya sangat mepet,” kata Yulianus Marian.

Namun kata Marian, moment Kejurnas tersebut, pihaknya memanfaatkan untuk melihat lawan-lawan dalam kesiapan.
“Orang-orang baru siapa-siapa yang turun, untuk jadi pelajaran kedepan,” katanya lagi.

Sebagaimana Papua di Kejurnas Binaraga di Riau Pekanbaru, menurunkan sembilan  atlet terbaiknya. Papua hanya mampu meraih satu medali emas di kelas 65 Kg atas nama Korneles Amo. (Roberth Wanggai)

Editor : Dominggus Mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Waktu Singkat, Binaraga Papua Paceklik Medali di Kejurnas