Martha Rahawarin dan Olivia Ibo Tekad Raih Medali Emas di PON XIX 2016

share on:
Dua Atlit Voly Pantai Putri, Olivia Ibo dan Martha Rahawarin Peraih Emas di Ajang BIMP EAGA Labuan Malaysia 2014 (Jubi/Roberth Wanggai)
Dua Atlit Voly Pantai Putri, Olivia Ibo dan Martha Rahawarin Peraih Emas di Ajang BIMP EAGA Labuan Malaysia 2014 (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Usai meraih medali emas di Labuan Malaysia, kini dua atlet voli pantai Martha Rahawarin dan Olivia Ibo bertekad meraih medali emas di PON XIX 2016 di Jawa Barat. Kemenangan di Malaysia bisa menjadi modal untuk berprestasi lebih besar lagi dan berjuang agar lolos Pra PON dan juara.

Dua srikandi Papua Martha Rahawarin dan Olivia Ibo mencapai titik puncak dengan mempersembahkan emas bagi kontingen Papua di partai final di pesisir pantai Palm Beach Resort Labuan, Malaysia. Martha dan Olivia menang dua set atas tim Maluku, 2-0.

Martha Rahawarin (21 tahun) kepada Jubi mengakui kalau baru pertama kali keluar negeri, dan langsung meraih emas. Perempuan kelahiran 6 Maret 1993 kini bekerja pada Direktorat Ajendam AD (angkatan darat) di Bandung Jawa Barat. Dia merupakan anak ke lima dari lima bersaudara itu adalah saudara kandung dari atlit voli nasional, Devota Rahawarin.

Prestasi lain Martha Rahawarin dan Olivia Ibo di PON Riau 2012 adalah medali perunggu. Sebelumnya pada Kejurnas 2011 di Tarakan Kalimantan Timur Juara I.
“Semoga ini jadi batu loncatan di Pra PON 16 Bandung,”kata Martha Rahawarin orangtuanya juga olahragawan. Ayahnya pemain bulu tangkis sedangkan ibunya pemain voli.

Sedangkan Olivia Ibo, perempuan kelahiran Pulau Atamali – Sentani, 22 Oktober 1995 dan merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara itu sejak kecil sudah tertarik sebagai atlit voli pantai. Apalagi tempat tinggal dia letaknya di pulau di tengah danau Sentani yang identik dengan pasir dan air. Perempuan yang baru saja menamatkan sekolahnya di SMA Negeri I Sentani tahun 2013 itu hingga kini belum bekerja karena masih ingin olahraga.
“Cita-cita ingin jadi guru Penjas (Pendidikan Jasmani),” kata Olivia yang mengaku sudah tandem bersama Martha Rahawarin sejak Pra PON 2011.

Menurut Olivia, selain butuh kekuatan fisik yang ekstra, atlet voli pantai  membutuhkan istirahat yang cukup serta pola makan diatur dan butuh fitnes untuk kekuatan otot tangan, kaki, agar saat bermain seimbang.

Dia mengakui saat melawan Maluku di final voli pasir BIMP EAGA gampang-gampang susah. Hal itu tergambar dari point yang didapat. Olivia mengatakan di set pertama  menang 21-15. Di set kedua, 21-12.
“Ini jadi tolak ukur untuk semangat ke PON. Walau kemarin (PON Riau) raih perunggu. PON yang akan datang (pasti) emas. Kami akan berjuang untuk Tanah Papua,” kata anak dari pasangan  Yullius Ibo dan Feny Ibo.

Baik Martha maupun Olivia keduanya setuju dan mendesak agar Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua untuk segera mengupayakan pendidikan dan latihan pusat pendidikan dan latihan pelajar (Diklat PPLP) voly pasir.
“Kami dua setuju untuk ada Diklat PPLP di Papua. Karena masalahnya kalau kita pensiun, siapa yang ganti. Yang ada saat ini pendek-pendek. masih SMP,” kata Olivia dan  Martha. (Roberth Wanggai)

Editor : Dominggus Mampioper
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Martha Rahawarin dan Olivia Ibo Tekad Raih Medali Emas di PON XIX 2016