Pemda Didesak Gabungkan Sekolah Wilayah Pemekaran

share on:
Kris Uropmabin (Jubi/Mawel Benny)
Kris Uropmabin (Jubi/Mawel Benny)

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang didesak untuk mengabungkan sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di distrik pemekaran. Sekolah itu sebaiknya digabung menjadi satu menurut pembentukan wilayah. “Pemekaran distrik diikuti pemekaran sekolah namun tenaga guru tidak cukup,”.

Demikian disampaikan, mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Kabupaten Pegunungan Bintang (IMPETANG), Kris Uropmabin, kepada Jubi dalam jumpa pers di Waena, Kota Jayapura, pekan lalu.

Kekurangan guru ini, menurut Uropmabin, akan berdampak pada hasil. “Pemerintah hanya pikir jumlah sekolah yang mereka bangun. Jumlah tamatan bertambah banyak tapi kualitas rendah,” ujarnya.

Uropmabin minta pemerintah sebaiknya lebih fokus pada kualitas anak didik. Solusinya adalah memperbaiki kualitas tenaga tenaga guru dan mengembangkan pendidikan berpola asrama. “Bangun sekolah berpola asrama berdasar wilayah pembangunan. Anak-anak dikumpulkan dan didik disana,”.

Pemerhati pendidikan Pegunungan Bintang, Yulianus Uropdana, mengatakan pemerintah harus memberikan perhatian serius pada pembangunan kualitas SDM Papua. ”Pendidikan itu kunci utama, amunisi paling ampuh dalam pembangunan daerah,” kata Uropdana kepada Jubi. (Benny Mawel)

 

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemda Didesak Gabungkan Sekolah Wilayah Pemekaran