Bertemu Jokowi, Benny Giay Searahkan Buku “Seakan Kitorang Setengah Binatang”

share on:
Pendeta Benny Giay saat menyerahkan buku "Seakan Kitorang Setengah Binatang" kepada Presiden Jokowi di Istana Presiden, Jumat (26/12) - Photo : Dono Prasetyo
Pendeta Benny Giay saat menyerahkan buku “Seakan Kitorang Setengah Binatang” kepada Presiden Jokowi di Istana Presiden, Jumat (26/12) – Photo : Dono Prasetyo

Jayapura, Jubi – Para pemimpin Gereja dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia KWI dan Sidone Kingmi tadi malam (Jumat, 26/12) telah bertemu dengan Presiden Indonesia, Jokowi di Istana Presiden untuk memberikan pandangan mengenai Papua, khususnya insiden penembakan yang terjadi di Paniai, 8 Desember lalu.

Diantara para pemimpin Gereja yang bertemu dengan Jokowi ini adalah Pendeta Benny Giay, Pendeta Phil Erari, Bambang Wijaya (Ketua PGI) dan Novel Matindas (Kepala Biro Papua PGI). Dalam pertemuan ini, PGI menyerahkan hasil temuan mereka atas kasus penembakan warga sipil di Pania, Papua, 8 Desember 2014, kepada Presiden Joko Widodo.

“Kami punya biro Papua, yang melakukan investigasi, dalam kesimpulan kami, tembakan dilakukan aparat. Aparat yang bertugas di tempat itu, TNI,” kata Ketua PGI Bambang Wijaya usai pertemuan dengan presiden di istana kepresidenan.

Sementara Ketua KWI, Mgr. Ignatius Suharyo meminta Jokowi untuk mendengar suara orang Papua, terutama suara orang seperti Pater Neles Tebay yang sangat memahami persoalan Papua.

“Saya yakin, Presiden akan bertemu dengan rekan-rekan kami (pemimpin gereja) di sana. Bukan untuk memberikan solusi, tapi untuk lebih mendengarkan mereka.” kata ketua KWI ini.

Ketua Sinode Kingmi, Pendeta Benny Giay, mengatakan saat pertemuan ia tetap meminta Jokowi menunda kunjungan ke Papua seperti permintaan umatnya. Namun Jokowi tetap akan melakukan Natal Nasional di Papua.

Sebelum pertemuan berakhir, Ketua Sinode Kingmi ini menyerahkan buku tentang Filep Karma, “Seakan Kitorang Setengah Binatang” kepada Presiden Jokowi. Buku tersebut, menurut Benny Giay, ditandatangani oleh anak Filep Karma, Audrey Karma.

“Saya sampaikan permintaan Audrey agar Jokowi membebaskan bapaknya yang masih ditahan di LP Abepura atas tuduhan makar.” kata Benny Giay.

Presiden Jokowi sendiri, pagi ini (Sabtu 27/12), sekitar pukul 07.00 WIB telah berangkat ke Jayapura untuk menghadiri Natal Nasional di Lapangan Mandala. Selain menghadiri Natal Nasional di Jayapura, Presiden dijadwalkan berkunjung ke Wamena pada tanggal 28 Desember dan Sorong pada tanggal 29 Desember. (Jubi/Victor Mambor)

Editor : -
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bertemu Jokowi, Benny Giay Searahkan Buku “Seakan Kitorang Setengah Binatang”