Service Mesin Cuci Murahan Ala Opa Nayoan

share on:
Willem Alberth Nayoan (82 tahun), di Usianya yang sudah usur, namun masih produktif untuk berkarya bagi banyak orang dengan usaha servicce murahan mesin cuci (Jubi/Roberth Wanggai)
Willem Alberth Nayoan (82 tahun), di Usianya yang sudah usur, namun masih produktif untuk berkarya bagi banyak orang dengan usaha servicce murahan mesin cuci (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Warga Kota Jayapura yang saat ini mengalami masalah pada mesin cuci, tak perlu lagi mengkhawatirkan tempat service atau perbaikan. Service mesin cuci Opa Nayoan, selain murah meriah, juga menyediakan mesin cuci pengganti selama mesin cuci yang rusak  diperbaiki.. Inilah yang membedakan dengan tempat service mesin cuci di tempat lain.

Bisnis rumahan yang sudah dilalui hampir 5 tahun itu, kini kebanjiran pelanggan. Bermodal ahli mesin, Willem Alberth Nayoan (82 tahun) mencoba mengisi hari tuanya dengan bisnis tersebut.
“Kira-kira hampir lima sampai enam unit yang masuk untuk diperbaiki tiap hari,” ujar Nayoan yang pensiun perusahaan listrik negara (PLN) Jayapura itu, Senin (29/12) di kediamannya Pasir Dua, Pasific Indah Kota Jayapura-Papua.

Setelah melepas jabatan sebagai kepala bagian operasi dan pembangkitan pada PLN Wilayah X Papua, opa Nayoan begitulah ia sering disapa,  mencoba menghilangkan kejenuhan. Salah satunya memperbaiki mesin cuci. Dia enggan untuk menyebutkan omset tiap bulan yang didapat, karena bisnis yang ditekuninya itu tidak semata-mata untuk mencari uang.
“Saya buka usaha ini untuk bantu orang saja. Pokoknya siapa saja saya bantu. Tidak ada orang yang ajar saya. Saya waktu itu tau mesin cuci ketika mesin kami rusak. Saya perbaiki sendiri, terus berkembang sampai saat ini,” kata lelaki dengan 8 orang anak, 17 cucu dan 1 cicit itu.
Mulai saat itu, orang tau bisnisnya dari mulut ke mulut, dari tetangga ke tetangga, selanjutnya banyak yang datang. Bahkan penjual besi tua (bestu) pun menjalin hubungan spesial dengan opa Nayoan. Pasalnya beberapa penjual bestu selalu mendatangi opa Nayoan jika berhasil mendapat mesin cuci yang rusak dari orang, langsung mendatangi kediamannya di jalan Pasific Indah No 4, Kompleks PLN Base G-Pasir II.
“Kalau misalnya mereka (penjual bestu) bawa mesin yang mulus, kadang-kadang mereka jual ke saya Rp 150 ribu, lalu saya perbaiki, itu pun tergantung dari pergantian alat. Kalau mesin cuci otomat harganya saya jual di atas Rp 200 ribu, tapi rata-rata mesin itu saya jual Rp 150 ribu,” kata opa Nayoan yang pernah berguru di Belanda soal mesin listrik.

Menurutnya, kerusakan pada mesin cuci tidak terlalu ribet. Namun macam-macam  dan kerusakan yang terjadi biasanya hanya perlu mengganti sparepart. Pergantian sparepart tidak sulit karena suku cadang telah tersedia di distributor.

Sepeninggal isterinya, almarhumah Inggrit Sihauta tiga tahun yang lalu, opa Nayoan mengerjakan apa yang bisa dia lakukan sesuai dengan skil dan talenta yang dia miliki saat ini. Bukan soal mesin saja, opa Nayoan punya berbagai tanaman hias dan buah-buahan di pekarangan rumahnya yang tidak terlalu luas, yang ia rawat dengan tekun.

Salah satu anak dari opa Nayoan, Moudy Nayoan mengaku bangga atas usaha papanya.
“Sebagai anak, saya bangga sekali. Puji Tuhan, karena dimasa tuanya papa saya masih bisa berkarya dan membantu kesulitan orang lain,” kata  Maudy saat ditemui di kediaman orang tuanya di Pasir II Pasific Indah Kota Jayapura-Papua.
Menurut Moudy,  bagi orang lain itu pekerjaan yang rumit, tapi buat papanya, itu salah satu alat untuk membantu orang lain.
“Dan terlebih lagi membantu warga yang berekonomi lemah. Bahkan tidak mengurangi rasa hormat, juga orang kaya yang minta bantuan untuk jasanya. Sebagai anak saya bangga semoga bisa jadi contoh bagi para orang tua yang lain,” kata anak kelima dari 8 bersaudara itu. (Roberth Wanggai)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Service Mesin Cuci Murahan Ala Opa Nayoan