Meski Masa Panen, Harga Beras di Gorontalo Naik

share on:

Gorontalo, Jubi/Antara – Harga beras untuk semua jenis di Gorontalo naik meskipun beberapa wilayah di provinsi ini mulai panen sejak awal Desember 2014 karena banyaknya permintaan dari luar daerah.

Salah seorang pedagang beras di Gorontalo, Romi Daud, Sabtu, mengatakan bahwa di Kabuaten Bone Bolango kini sudah dan sedang melaksanakan panen, namun harga beras terus naik.

Dia menjelaskan, harga beras untuk semua jenis seperti IR64, Yenti, Ciherang, Cimelati, dan Mamberamo, dijual pada kisaran Rp445 ribu per koli hingga Rp455 ribu per koli, dari sebelumnya hanya Rp400 ribu hingga Rp420 ribu per koli.

“Sejak pertengahan bulan Desember lalu, harga beras di pasaran lokal Gorontalo dan sekitarnya terus merangkak naik,” kata Romi, yang merupakan salah seorang pengepul beras.

Romi mengatakan, biasanya jika musim panen tiba harga beras turun, tapi kali ini pedagang tidak bisa berbuat banyak karena harga di tingkat petani terus naik.

Dia mengungkapkan, salah satu alasan petani menaikkan harga beras, karena untuk biaya operasional mengolah areal persawahan seperti membajak dan membersihkan rumput pada tanaman padi, harga pupuk dan harga bibit juga naik.

Seorang pedagang lainnya, Karno Ishak, mengatakan, salah satu terjadinya kenaikkan harga beras karena selama bulan Desember 2014 permintaan meningkat terutama untuk memenuhi kebutuhan luar daerah seperti Manado, Bitung dan Minahasa Sulawesi Utara.

“Karena warga Sulawesi Utara banyak yang merayakan natal dan tahun baru, maka permintaan beras mengalami peningkatan,” kata Karno.

Dia menambahkan, jika permintaan kebutuhan di daerah lain menurun karena telah selesai Natal dan tahun baru, maka kemungkinan besar harga beras akan turun.*

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Meski Masa Panen, Harga Beras di Gorontalo Naik