Sekolah Olahraga Buper Dipalang,Siswanya Kosongkan Asrama

share on:

Nampak Sekolah Menengah Atas Negeri Kejuruan Olahraga (SMANKOR) Jayapura, di Buper Waena, yang dipalang pemilik ulayat, Senin(5/1). Foto : Albert Yomo
Nampak Sekolah Menengah Atas Negeri Kejuruan Olahraga (SMANKOR) Jayapura, di Buper Waena, yang dipalang pemilik ulayat, Senin(5/1). Foto : Albert Yomo
Jayapura, Jubi – Proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Atas Negeri Kejuruan Olahraga (SMANKOR) Jayapura, yang beralamat di Bumi Perkemahan (Buper) Waena, nampaknya akan banyak terganggu, setelah tempat itu dipalang oleh pemilik ulayat, pada Senin(5/1).
“ Pemerintah Provinsi, dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Papua ingkar janji terhadap poin-poin kesepakatan yang dibuat. Karena itu, kami palang sekolah ini,” Kata Harlie Ohei, yang mengklaim sebagai pemilik tanah, tempat dimana dibangunnya fasilitas sekolah dan asrama SMANKOR.
Harlie yang ditemui di lokasi pemalangan, menjelaskan, jika tanah miliknya yang diserahkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Papua luasnya 10 Hektar, dengan nilai Dua Belas Miliar Seratus Lima Puluh Juta Rupiah, yang akan dibayarkan secara bertahap.
Pada tahap pertama, tahun 2013 diawali dengan penyerahan uang sebesar Empat Miliar Rupiah, dari Dinas Pendidikan Provinsi kepada pemilik tanah, dan uang tersebut sebagai angsuran pertama, sekaligus sebagai tanda janji.
Selanjutnya, disepakati, angsuran berikut akan dibayarkan pada tahun berjalan.” Tapi Dinas Pendidikan Provinsi ingkar janji, angsuran tahun 2014 tidak dibayarkan,” kata Harlie Ohei.
Lanjut Harlie, Dinas Pendidikan beralasan, jika dananya sudah disiapkan, tetapi kemudian dialihkan ke pesta demokrasi oleh Wakil Gubernur. “Pada Oktober 2014, kami minta untuk masukkan di perubahan anggaran, tapi tidak diindahkan. Terpaksa kami palang. Kami akan lepas palang-palang ini, sampai Dinas Pendidikan membayar angsuran kedua,” tuturnya.
Akibat pemalangan yang dilakukan dengan cara menutup pintu masuk sekolah dan pintu masuk ruangan kelas dengan papan dan balok itu, siswa dan guru meninggalkan asrama dan tidak dapat melanjutkan proses belajar dan mengajar. Sehingga sekolah itu tampak sepi.
” Sebenarnya hari ini mulai sekolah, tapi karena kondisinya begini(Dipalang), siswa dan guru tidak masuk sekolah,” tutur salah satu guru dan pengawas SMANKOR, Timotius Matuan, kepada jubi.
Matuan berharap, Pemerintah Provinsi segera menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga tidak mengganggu aktivitas belajar dan mengajar di SMANKOR.”Persoalan ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, tapi juga Dinas Olahraga. Perlu membangun komunikasi yang baik, sehingga tidak menimbulkan persoalan seperti ini,” kata mantan pelajar PPLP Irian Jaya tahun 1993 ini.(Albert Yomo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sekolah Olahraga Buper Dipalang,Siswanya Kosongkan Asrama