Gobay : SPSI Akan Kawal Perjanjian New Era

share on:
Ilustrasi Demo Karyawan PT. Freeport Indonesia Lalu - Jubi/Eveerth
Ilustrasi Demo Karyawan PT. Freeport Indonesia Lalu – Jubi/Eveerth

Timika, Jubi – Ketua Pimpinan Unit Kerja, Serikat Perkerja Seluruh Indonesia-Kimia Energi Pertambangan PT. Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) Kabupaten Mimika, Yakobus Takimai menjelaskan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ada di Timika 18 tahun sejak Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tidak menjalankan tugas dan fungsinya. Banyak yang menyimpang dari aturan dasar dan aturan rumah tangga.

Menurut Takimai, penyimpangan itu teratasi setelah Sudiro menjadi ketua SPSI. Dalam masa kepemimpinan Sudiro mulai ada upaya-upaya untuk menangi masalah karyawan. Melalui SPSI, para karyawan berjuang untuk kesejahateraan, dan melindungi diri dari ancaman manajemen perusahaan.

Katanya, penilaian masyarakat bahwa SPSI menghancurkan perusaan sangat tidak benar. Apa yang SPSI lakukan hanyalah upaya para karyawan melindungi diri dari perlakukan yang tidak manusiawi.
“Kami bukan merusak perusahaan tapi bagimana supaya karyawan diperlakukan sebagai manusia serta untuk menghargai hak-hak mereka,“ kata Takimai kepada media ini, Selasa, (6/1/15), di ruang kerjanya, di jalan Kartini, Kabupaten Timika, Papua

Problem yang selama ini dihadapi, karyawan PT. Freeport tidak menerima pembayaran sesuai dengan standar perkerja. Ada permainan pihak tertentu, akhirnya sampai ke tangan pekerja tidak sesuai dengan keputusan tersebut. Ada pihak tertentu yang memetik keuntungan melalui sistem pengelolaan yang tertutup.

Untuk menuntaskan persoalan tersebut, menurut Takimai, sudah pihak karyawan dengan perusahaan telah menandatangani perjanjian New Era. Dan SPSI sebagai wadah pekerja akan terus mengkawal hingga nasib karyawan di perhatikan.

Sementara itu, Kordinator Komunitas Pekerja Papua yang terhimpun dalam Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KPP-SP-KEP-SPSI), Kabupaten Mimika, Aser Gobay menjelaskan hak karyawan di PT. Freeport masih belum menjadi prioritas.

“Hak karyawan masih terus bermasalah. Misalnya terkait keterlambatan pembayaran dana hari raya kepada karyawan,” kata Kordinator Komunitas Pekerja SP-KEP-SPSI di Papua ini, di tempat yang sama.

“PT.Freeport adalah sebuah perusahan yang sudah beroperasi sekitar 49 tahun, akan tetapi hak karyawan masih terus bermasalah. SP-KEP-SPSI Mimika sudah temui beberapa contoh kasus. Substansi masalah yang dihadapi Karyawan adalah dipersulit untuk tuntut hak mereka,” tambah Gobay.

“Kami SPSI akan kawal terus perjanjian New Era. Sesuai dengan hasil keputusan, serta secara sah sudah di tandatangi oleh Moffet dan PUK SP-KEP-SPSI, di Jakarta (7/11/2014) pekan lalu,” tegas Gobai. (Jekson Ikomou)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gobay : SPSI Akan Kawal Perjanjian New Era