Calon Kapolri Pilihan Presiden Pernah Tersandung “Rekening Gendut”

share on:

Jayapura, Jubi – Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Sabtu (10/1) pagi ini membenarkan Presiden Jokowi telah mengajukan calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Sutarman.

 

“Ia. Benar,” jawab Andi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Andi menambahkan, Presiden telah mengeluarkan surat penunjukan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai pengganti Jenderal Sutarman.

Sebelumnya, selain Budi Gunawan yang menjabat Kepala Lemdikpol, beredar juga empat nama lain yang masuk dalam bursa pengganti Sutarman. Keempatnya adalah Kabareskrim Komisaris Jenderal Suhardi Alius, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, dan Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno.

Jenderal Polisi Sutarman sendiri seharusnya masa tugasnya baru akan berakhir Oktober 2015.

Budi Gunawan, calon Kapolri tunggal yang ditunjuk oleh Presiden ini, sempat tersangkut dugaan rekening gendut. Pada Juni 2010, majalah Tempo menulis laporan kekayaan Budi yang mencapai Rp 4,6 miliar pada 19 Agustus 2008.

Dia juga dituduh melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

Budi Gunawan terakhir kali menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 26 Juli 2013 nilainya mencapai Rp 22,6 miliar. Adapun laporan harga kekayaan Budi Gunawan sebelumnya pada 19 Agustus 2008 sebesar Rp 4,6 miliar.

Budi tercatat pernah menjadi ajudan Presiden saat Megawati menjadi Presiden. Tahun 2013, ia juga mengikuti seleksi calon Kapolri namun kalah oleh Sutarman yang akan digantikannya kali ini. (Victor Mambor)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Calon Kapolri Pilihan Presiden Pernah Tersandung “Rekening Gendut”