BPBD NTT: Daerah Segera Melaporkan Bencana

share on:

Kupang, Jubi/Antara – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus meminta seluruh kabupaten/kota untuk melapor segera mengenai kondisi bencana yang dialami untuk ditangani.

 

“Jika ditangguhkan akan menyulitkan upaya intervensi bantuan kepada warga terdampak korban. Karena itu dibutuhkan laporan segera,” kata Thadeus di Kupang, Minggu (11/1).

Dia mengatakan, kondisi cuaca hujan diserta angin kencang yang mulai melanda seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, dikhawatrikan akan memberikan dampak bencana, baik berupa banjir dan lainnya.

Untuk itu, maka pemerintah daerah diharap bisa serius melakukan pemantauan lapangan, sehingga jika terjadi bencana segera bisa tertangani.

“Jika stok bantuan di daerah tidak cukup maka bisa diintervensi dari BPBD provinsi, namun harus ada laporan resmi,” katanya.

Selain laporan resmi, kata Thadeus, laporan rinci terhadap kejadian dan dampak bencana juga penting untuk memudahkan klasifikasi bantuan yang akan diberikan, sehingga benar-benar bantuan yang diberikan berguna bagi warga korban banjir yang membutuhkan.

“Kalau jenis bencana yang disampaikan jelas dan rinci maka intervensi juga akan tepat sasaran,” katanya.

Terhadap kondisi bencana yang sudah terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur, Thadeus mengatakan, sudah terlapor empat kabupaten, masing-masing Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Rote Ndao, Sikka dan Kabupaten Ngada.

Dari jumlah laporan bencana tersebut, semuanya terkategori bencana banjir dan telah merenggut empat korban meninggal. “Kami dapat laporan resmi empat orang korban tersebut, masing-masing di Kabupaten Timor Tengah Utara sebanyak tiga orang dan satu orang korban di Kabupaten Rote Ndao. Semuanya terseret banjir,” katanya.

Menurut dia, untuk di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), terlapor tiga orang tewas terdiri dari dua orang anak-anak dan satu orang ibu. Kejadiannya masing-masing terjadi pada Sabtu (27/12) dan Minggu (28/12) silam.

Untuk dua korban masing-masing seorang ibu dan anaknya, yang terseret banjir pada Sabtu (27/12) lalu itu, terjadi di Kecamatan Biboki. Seorang ibu dan anaknya, hendak pulang dan menyeberangi sebuah kali yang sedang banjir. “Karena arus begitu kuat dan deras, ibu dan anak itupun terseret banjir,” kata Thadeus.

Sementara satu korban lagi anak-anak terjadi di Kota Kefa, dimana anak yang menjadi korban itu, terseret banjir di selokan sekitar rumahnya. “Anak yang menjadi korban itu terseret banjir di selokan sekitar rumahnya,” katanya.

Sedangkan satu korban yang menimpa seorang ibu di Kabupaten Rote Ndao, juga terseret arus banjir di sebuah kali di daerah itu. “Semua korban sudah mendapatkan penanganan di daerah masing-masing,” katanya.

Sementara untuk bencana yang terjadi di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ngada, tidak terdapat korban jiwa. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BPBD NTT: Daerah Segera Melaporkan Bencana