Gelombang Tinggi Halangi Pencarian Warga Hilang di Supiori

share on:

Jayapura, Jubi/Antara – Pencarian lima warga yang hilang di perairan Pulau Meosbepondi, Kabupaten Supiori, sejak Sabtu (10/1) malam terkendala cuaca buruk, kata Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Biak Marsudi.
“Tinggi gelombang di perairan Pulau Meosbepondi, Distrik Supiori Barat, mencapai satu-dua meter sehingga kami agak kesulitan,” katanya di Jayapura, Minggu (11/1).

Menurut Marsudi, selain cuaca buruk, pencarian lima warga yang hilang ini juga terkendala lambatnya laporan warga kepada pihak SAR.
“Kelima warga ini hilang pada Rabu (7/1) dan baru dilaporkan Jumat (9/1), namun hal ini langsung kami respons dengan segera melakukan pencarian,” ujarnya.

Dia menuturkan pihaknya menurunkan 12 personel untuk melakukan pencarian dan rencananya akan terus melakukan hingga jangka waktu 12 hari ke depan.
“Kami berharap sebelum habis waktu pencarian, kelima warga tersebut sudah dapat ditemukan,” katanya lagi.

Dia menjelaskan saat ini personel SAR bermalam di Posko Tanjung Merari, Biak Timur, agar Senin (12/1) pagi dapat segera melanjutkan pencarian kembali.

Sebelumnya, sebanyak lima warga Kabupaten Supiori, Papua, yang sebagian berprofesi sebagai guru dinyatakan hilang sejak Jumat, 9 Januari 2015 setelah perahu yang ditumpangi dan berlayar dari Pelabuhan Pamdi ke Pulau Meosbepondi dihantam gelombang. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gelombang Tinggi Halangi Pencarian Warga Hilang di Supiori