Anggota DPR Papua Pertanyakan Kasus Tinju Maut Nabire

share on:
Anggota Komisi I DPR Papua, Ruben Magay - Jubi/Arjuna
Anggota Komisi I DPR Papua, Ruben Magay – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi I DPR Papua bidang Hukum dan HAM, Ruben Magay mempertanyakan penanganan kasus pertandingan tinju yang mengakibatkan sedikitnya 18 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka  di GOR Kota Lama, Nabire pada Minggu (14/7/2013) lalu.

 

“Sejauh mana perkembangan kasus itu. Polisi belum mengungkap siapa yang paling bertanggungjawab dalam pertandingan tinju yang mengakibatkan puluhan orang meningal dunia,”kata Ruben Magay kepada Jubi beberapa hari lalu.

Ruben tak yakin, penyebab puluhan orang meninggal dalam kasus yang dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) itu, karena berebutan keluar GOR sehingga terinjak penonton lainnya.

“Kalau hanya dibilang baku injak, itu sesuatu yang tidak masuk akal. Kami DPR Papua juga waktu itu membentuk tim ke sana. Jangan kasus tutupi kasus. Kondisi ini harus segera disikapi. Semua niat baik harus dilaksanakan,”ucapnya.

Menurutnya, usai melakukan investigasi kala itu, DPR Papua mengeluarkan 11 poin rekomendasi ke pihak kepolisian. Diantaranya, aktor intelektual dibalik kejadian itu harus segera diungkap dan diproses hukum untuk memenuhi rasa keadilan kepada keluarga korban.

“Waktu itu sudah ada yang ditetapkan tersangka. Kalau tidak salah satu orang. Dia ketua panitia pertandingan. Tapi itu saja tidak cukup. Harusnya diusut tuntas pihak yang ada dibelakang pertandingan itu,”katanya.

Pertengahan 2013 lalu, pertandingan final tinju Bupati Cup di GOR Nabire berakhir tragis. Sedikitnya 18 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka. Diduga korban terinjak ketika berdesakan keluar saat terjadi kericuhan di dalam GOR.

Pasca peristiwa itu, polisi menetapkan ketua penyelenggaran pertandingan, NY sebagai tersangka. Ia dianggap bertanggungjawab dengan kejadian itu. NYdikenakan pasal 39 dan 89 KUHP ayat 2, junto pasal 51 UU nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional.

“Ia dianggap lalai karena tidak ada ijin dari induk cabang olahraga itu dan tak ijin keramaian sebelum menggelar pertandingan,” kata Komisaris Besar (Pol) I Gede Sumerta Jaya, yang kala itu menjabat Juru Bicara Polda Papua. (Arjuna Pademme)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Anggota DPR Papua Pertanyakan Kasus Tinju Maut Nabire