Jahit Bibir, Ratusan Pencari Suaka di Pulau Manus, PNG, Mogok Makan

share on:
Sebuah pesan yang menginformasikan tentang masalah air kepada pencari suaka. (Foto: RNZI).
Sebuah pesan yang menginformasikan tentang masalah air kepada pencari suaka. (Foto: RNZI).

Jayapura, Jubi – Ratusan pencari suaka di pusat penahanan Australia di Pulau Manus, Papua Nugini, melakukan aksi mogok makan dan bertahan di luar penampungan sejak Selasa (13/1). Rencananya, aksi ini akan berlanjut hingga air kembali dialirkan ke kamp-kamp pengungsi.

 

Koalisi Aksi Pengungsi melalui Radio New Zealand edisi Rabu (14/1) mengatakan, sebanyak 220 pencari suaka menolak makan dan bertahan di luar penampungan. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas pengehentian aliran air ke kamp-kamp penampungan.

 

“Pencari suaka di penampungan Mike (Mike Compound) kemarin (Selasa), lebih dari 220 orang tidak makan sarapan dan makan siang, dan mereka mengharapkan lebih banyak yang akan bergabung dalam aksi hari ini (Rabu),” kata pencari suaka dari Mike Compound, seperti dikutip Radio New Zealand, Rabu.
Koalisi Aksi Pengungsi mengatakan protes telah dimulai sejak Selasa pagi, para pencari suaka di setiap kam mengalami masalah dengan air yang tidak mengalir dan membuat pencari suaka tidak bisa mandi.
Dilaporkan, ketegangan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir karena sebagian besar pencari suaka sudah mendekati masuk 18 bulan dalam kamp penahanan di Pulau Manus dan setidaknya satu pengunjuk rasa telah dijahit bibirnya tertutup.
“Kita semua berdiri di bawah tempat penampungan di kompleks saya dan kita tidak pernah kembali ke kamar sampai kita mati. Itulah pesan dari pencari suaka di penampungan sini. Hal lain adalah kita telah terancam oleh keamanan, ‘jika Anda melakukan demonstrasi lain atau apapun protes seperti ini, kami (officer) akan membawa kamu’,’’ jelas salah seorang pencari suaka.
Terpisah, seorang juru bicara Departemen Imigrasi Australia mengatakan, pernyataan bahwa pencari suaka menolak makanan dan minuman itu tidak benar.
Departemen ini menegaskan bahwa sejumlah pencari suaka terlibat dalam protes damai di dalam pusat penahanan, dan semua berlangsung tenang. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jahit Bibir, Ratusan Pencari Suaka di Pulau Manus, PNG, Mogok Makan