Tak Ada Jaminan, Advokat: Pengungsi Manus Tolak Penampungan Baru

share on:
(Photo: Supplied by Refugee Action Coalition)
(Photo: Supplied by Refugee Action Coalition)

Jayapura, Jubi – Seorang advokat pengungsi mengatakan para pencari suaka yang memprotes di pusat penahanan Australia di Pulau Manus memiliki kekhawatiran serius terkait kesejahteraannya jika ditempatkan di penampungan baru dilingkungan masyarakat di Papua Nugini.

Laporan Radio New Zealand edisi Senin (19/1) menyebutkan, ratusan pencari suaka telah melakukan protes selama tujuh hari, begitu pula dengan mogok makan.

Ian Rintoul dari Koalisi Aksi Pengungsi mengatakan, para pencari suaka telah menghadapi banyak ancaman dan juga kekerasan dari penduduk setempat dan aparat keamanan.

Dia mengatakan, para demonstran yang itu menentang dijadwalkan dipindah ke pemukimanan di Manus, bersama masyarakat setempat. Rencananya, sebanyak 50 pencari suaka akan dipindah dalam pekan ini.

Menurut Rintoul, alasan penolakan karena tempat penampungan sementara yang baru dinilai tidak aman dari berbagai ancaman dan kekerasan. Apalagi kekerasan yang pernah menimpa pencari suaka pada tahun 2014 dan berujung dengan menewaskan satu pengungsi dan diketahui telah melibatkan aparat polisi setempat.


“Akomodasi sementara ini yang mereka bicarakan karena tidak aman. Jadi, mereka akan benar-benar rentan dan di mana Anda sudah terlibat dengan polisi dalam serangan kekerasan yang terjadi setahun lalu, itu sangat dimengerti mengapa orang takut untuk keselamatan mereka di luar pusat penahanan,” kata Rintoul, seperti dikutip
Radio New Zealand, Senin.

Terpisah, Pemerintah PNG menolak tudingan bahwa personil keamanan di Manus telah mencoba mengakhiri aksi protes melalui konfrontasi fisik. (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tak Ada Jaminan, Advokat: Pengungsi Manus Tolak Penampungan Baru