Polres Jayapura Tahan Alat Cetak Dolar Palsu

share on:

Jayapura, Jubi/Antara – Kepolisian Resor Jayapura hingga kini masih menahan “black money”, alat khusus yang diduga digunakan untuk mencetak uang dolar Amerika Serikat palsu, milik Namkombe Hamadi Issi (36 th), warga negara Tanzania.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Patrige, Senin (19/1), mengatakan, polisi hingga saat ini masih menahan “black money” yang diduga merupakan salah satu alat yang digunakan untuk membuat uang dolar palsu.

Selain menahan alat tersebut, kata mantan Wadir Intel Polda Papua, polisi juga menahan barang bukti lainnya berupa uang dolar Amerika Serikat sebanyak 400 lembar pecahan 100 dolar AS.
“Uang-uang itu diduga palsu walaupun mesin pendeteksi (x-ray) tidak bisa menentukan asli atau tidaknya uang tersebut,” kata Kombes Patrige.

Diakui, dari laporan yang diterima, Namkombe ditangkap tanggal 5 Januari lalu namun karena tidak cukup bukti tentang dugaan penyebaran uang palsu maka polisi menyerahkannya ke Imigrasi Jayapura untuk diproses lebih lanjut.

WN Tanzania itu diserahkan ke Imigrasi Jayapura sejak 6 januari lalu.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Jayapura Gardu Tampubolon secara terpisah mengaku, pihaknya saat ini masih memproses kasus pelanggaran keimigrasian Namkombe Issi.

Wn Tanzania yang masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan itu ternyata sudah melewati waktu yang ditentukan. Karena itu saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan kedutaan di Jakarta untuk mendeportasi yang bersangkutan, kata Tampubolon seraya menambahkan, Namkombe Hamadi Issi masih ditahan ruang tahanan Imigrasi Jayapura.

Tampubolon mengaku, pihaknya juga belum memutuskan apakah Issi diusulkan masuk dalam daftar cekal masuk ke Indonesia. (*)

Editor : Victor Mambor
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Polres Jayapura Tahan Alat Cetak Dolar Palsu