Pulau Terluar Akan Dipasang Pembangkit Listrik

share on:

Batam, Jubi/Antara – Pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau akan dipasang pembangkit listrik tenaga diesel. Total daya sebesar 12.406 KW dalam program percepatan penerangan perbatasan NKRI dan pengadaan listrik 42.000 MW di seluruh Indonesia.

Data Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Riau, dari 19 pulau terluar NKRI di Kepri, 13 pulau masuk dalam daftar pengadaan pembangkit listrik.

“Data itu masih harus dikompilasi dengan data program nasional,” kata Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepri, Darwin, di Batam, Rabu (21/1).

Pulau-pulau terluar yang mendapatkan pembangkit listrik adalah Pulau Sedanau, Pulau Tiga, Pulau Midai, Pulau Laut, Pulau Sededap, Pulau Subi, Pulau Panjang, Pulau Batang, Pulau Serasan, Pulau Siantan, Pulau Jemaja, Pulau Palmatak, dan Pulau Seraya. Pulau-pulau itu sebagian besar adalah wilayah Kabupaten Natuna.

Masing-masing pulau akan mendapat PLTD dengan daya berbeda. Pulau Sedanau 400 KW, Pulau Tiga 1.400 KW, Pulau Midai 400 KW, Pulau Laut 1.000 KW, Pulau Sededap 400 KW, dan Pulau Subi 837 KW.

Pulau Panjang 200 KW, Pulau Batang 600 KW, Pulau Serasan 1.200 KW, Pulau Siantan 3.063 KW, Pulau Jemaja 1.557 KW, Pulau Palmatak 1.149 KW, dan Pulau Seraya 200 KW.

Selain pulau terluar, satu daerah masuk daftar rencana pengembangan pembangkit PT PLN di pulau terluar adalah Ranai di Kabupaten Natuna, dengan daya 31.000 KW dari PLTD dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas.

Menurut Darwin, pemerintahan pusat memprioritaskan pengadaan listrik di Natuna selama lima tahun ke depan.
Setiap kabupaten/kota di Kepri juga mendapatkan jatah pembangkit listrik program nasional pengadaan listrik 42.000 MW. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pulau Terluar Akan Dipasang Pembangkit Listrik