Soal Tarif, Organda Tunggu Pemerintah

share on:

Boyolali, Jubi/Antara – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menunggu penetapan pemerintah soal tarif baru angkutan umum, menyusul turunnya harga bahan bakar minyak, jenis premium dan solar.

Ketua Organda Kabupaten Boyolali Tulus Budiono di Boyolali, Kamis (22/1), mengatakan organda masih memberlakukan tarif lama angkutan umum, meski pemerintah telah menetapkan harga baru premium dan solar, sejak 19 Januari 2015.

“Kami menurunkan tarif angkutan umum, masih menunggu kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah, setelah premium turun dari Rp7.600 per liter menjadi Rp6.600/liter dan solar dari Rp7.250/liter Rp6.400/liter,” katanya.

Dia mengatakan para pengusaha angkutan umum hingga saat ini masih menggunakan tarif lama, yakni Rp3.000 per orang untuk dalam kota.

Ia menjelaskan sejak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, organda masih menggunakan tarif batas bawah dan atas. Batas bawah sekitar Rp109 per penumpang per kilometer hingga batas atas Rp117 per penumpang.

Dia mengatakan dengan turun harga premium dan solar tersebut, tarif angkutan umum diperkirakan turun sekitar Rp500 per penumpang menjadi Rp2.500 untuk dalam kota.

Kendati demikian, pihaknya berharap pemerintah membuat bagan tarif angkutan umum yang disesuaikan dengan harga BBM dunia yang bisa naik dan turun sewaktu-waktu.

“Jika harga BBM mengikuti pasar dunia, naik turun sewaktu-waktu, pemerintah sudah mempunyai pedoman tarif angkutan umum, sehingga tidak harus menunggu penetapan baru keluar,” kata Tutus Budiono.

Menurut Slamet Riyanto (29), salah satu sopir angkutan umum di Boyolali, saat harga BBM naik beberapa waktu lalu, dia menaikkan tarif Rp500 sehingga menjadi Rp3.000 untuk penumpang umum dan Rp2.000 anak sekolah.

“Kami masih gunakan tarif lama sambil menunggu tarif baru turun,” katanya.

Selain itu, harga BBM jenis premium di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dijual tidak sesuai dengan pengumuman pemerintah, Rp6.600 per liter, tetapi di lapangan dijual Rp6.700/liter.

Pihaknya berharap pemerintah menentukan tarif angkutan umum yang baru dengan memberikan subsidi untuk angkutan umum agar tetap bisa mengoperasikan kendaraannya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Soal Tarif, Organda Tunggu Pemerintah