Dua Korban Laka di Perairan Kokonao Belum Ditemukan

share on:
Wilayah Pesisir Perairan di Kabupaten Mimika (Jubi/Eveerth)
Wilayah Pesisir Perairan di Kabupaten Mimika (Jubi/Eveerth)

Timika, Jubi  –  Hingga Minggu (25/1) malam sekitar pukul 20.00 WIT, tersisa dua korban atas nama Julimina Dogopia dan Santi yang belum ditemukan tim pencari dari Badan SAR Nasional (Basarnas) dan TNI Angkatan Laut (AL) Timika, serta sejumlah pihak dan masyarakat yang turut membantu proses pencarian kedua korban tersebut.

Proses pencarian terhadap korban tenggelamnya perahu susun yang ditumpangi tiga orang guru kontrak serta seorang kerabat guru, masih terus akan dilakukan pagi ini (Senin (26/1).

Kepala kantor Basarnas Timika Joko Sungkowo melalui Kepala Urusan (Kaur) Umum Sutarja, mengatakan, hingga Minggu malam pihaknya belum berhasil menemukan kedua korban kecelakaan laut di perairan Kokonao kampung Migiwia.
“Sementara saat ini masih nihil, itu sejak pagi dimulai proses pencarian. Sementara juga tim kami saat ini semuanya nginap di Kokonao untuk besok pagi dilanjutkan lagi proses pencariannya. Sementara masih itu saja infonya,” kata Sutarja.

Pihak Yayasan yang mengontrak guru dan menjadi korban dalam kecelakaan laut tersebut, dalam hal ini kepala YPPK Tilemens Timika, Paul Weti, ketika dikonfirmasi dikantor YPPK Tilemans jalan Cenderawasih mengatakan, pihaknya yang berada di Kokonao hingga saat ini terus ikut melakukan proses pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan.

Bahkan bersama para Pastor yang ada, Koramil serta Polsek, juga menggerakkan masyarakat dari enam kampung di Kokonao, untuk membantu proses pencarian korban. Yayasan juga telah menyiapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk dikirim ke Kokonao, guna dibagikan kepada masyarakat untuk digunakan pada proses pencarian korban.

Selanjutnya menurut Paul, kedua korban meninggal dunia atas nama Christin Meteyana Hawa dan Maria Yuneta, telah ditemukan atas bantuan masyarakat Kokonao. Sedangkan pada proses pencarian hari pertama, Sabtu (24/1), tim Basarnas belum sempat tiba di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), dikarenakan pada salah satu mesin Speed Boat yang digunakan, mengalami masalah. Oleh karena itu tim Basarnas beserta  kepala Yayasan kembali ke pelabuhan Basarnas di Pomako dan melanjutkan pencarian keesokan harinya.

Namun pada malam itu juga, kepala Yayasan menggunakan perahu milik Keuskupan di Timika, menuju Kokonao untuk mengetahui perkembangan atas kejadian ini, dan sekitar pukul 19.00 WIT kepala Yayasan berangkat dari Timika dan akhirnya tiba di Kokonao. Setiba di Kokonao, kepala Yayasan mendapat kabar bahwa sekitar pukul 02.30 dini hari korban Maria Yuneta ditemukan masyarakat, selanjutnya setelah korban dimandikan di Puskesmas Kokonao, selanjutnya dibawa ke Timika bersama kepala Yayasan. Sementara itu korban Christin Meteyana Hawa, telah terlebih dahulu tiba di Timika sebelum korban kedua tiba.

“Saya sampai di Kokonao tadi malam jam setengah tiga, ibu Yuneta atau ibu Yuni itu baru ditemukan dan sementara dimandikan di Puskesmas. Sehingga sesudah pemberesan, langsung kami antarkan ke Timika,” kata Paul Weti.

Sementara itu kepada pihak keluarga yang saat ini masih belum ditemukan keluarganya yang menjadi korban dalam kecelakaan laut tersebut, Paul menyampaikan pihaknya bertanggungjawab untuk mencari kedua korban sekuat kemampuan yang dimiliki.
“Kami mengharapkan dukungan doa serta bantuan dari masyarakat untuk upaya pencarian itu. Dengan harapan mereka semua ditemukan sehingga kita bisa membuat pemakaman yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, kepala satuan Polisi Air, Iptu Adam Abudullah  mengatakan, saat korban berada di kamar jenazah RSUD, keluarga menolak untuk dilakukan visum. Keluarga mengaku akan membawa korban ke rumah duka, untuk selanjutnya diformalin oleh petugas RSMM.

“Sesuai prosedur harusnya divisum dan data korban diambil oleh resesre Polres Mimika, namun karena keluarga korban tidak mau, keluarga mau cepat jadi kami polisi tidak bisa berbuat apa-apa. Semua tergantung dari keluarga korban,” kata Adam saat ditemui di Kamar Jenazah RSUD Mimika, Minggu (25/1).

Ditempat yang sama, Sekretaris Dispenasbud, Yonas Lewerisa menuturkan, korban merupakan guru kontrak yang terdaftar di Dinas Pendidikan sebagai guru SD di Distrik Amar.

Sebelumnya, pada Sabtu sekitar pukul 14.00 WIT berdasarkan laporan dari pihak Polisi Air (Pol Air) Polres Mimika kepada Basarnas Timika, bahwa telah terjadi kecelakaan laut pada pagi itu sekitar pukul 08.00 WIT. Sehingga pada siang itu juga pihak Basarnas langsung mengambil tindakan untuk merespon laporan itu.

Sedangkan berdasarkan informasi dilapangan, sekitar pukul 05.00 WIT pagi perahu susun yang ditumpangi para korban bertolak dari pelabuhan Pomako menuju Distrik Amar dengan ditumpangi tiga guru kontrak, seorang motoris dan seorang kerabat guru.

Berikut identitas korban, Ambrosius Warta seorang motoris sudah ditemukan dan dalam kondisi selamat,  Christin Meteyana Hawa guru kontrak ditemukan meninggal dunia, Maria Yuneta guru kontrak ditemukan meninggal dunia, Julimina Dogopia guru kontrak belum ditemukan serta Santi kerabat dari Maria Yuneta. (Eveerth Joumilena)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dua Korban Laka di Perairan Kokonao Belum Ditemukan