Ada Mafia Dalam Penerimaan Mahasiswa FK Uncen?

share on:
Ketua Komisi V Yakoba Lokbere (kanan), Sekretaris Komisi V, Nason Uti (tengah), dan Anggota Komisi V Natan Pahabol - Jubi/Arjuna
Ketua Komisi V Yakoba Lokbere (kanan), Sekretaris Komisi V, Nason Uti (tengah), dan Anggota Komisi V Natan Pahabol – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura yang setiap tahunnya dianggap melebihi target, memunculkan dugaan ada mafia yang bermain ketika penerimaan mahasiswa/mahasiswi fakultas tersebut.

Meski pihak Komisi V DPR Papua bidang Pendidikan dan Kesehatan tak menyebut secara langsung dugaan itu, namun ketua Komisi V, Yakoba Lokbere mengatakan, jika penerimaan mahasiswa sudah melebihi target perlu dipertanyakan.

“Kami tak bisa memprediksi apakah ada mafia atau orang yang memanfaatkan situasi dalam penerimaan mahasiswa baru di FK Uncen. Kan ada batasan jumlah penerimaan mahasiswa. Tapi kalau lewat target perlu dipertanyakan. Dibalik itu ada apa? Ini jadi tugas kami mencari tahu masalahnya,” kata Yakoba Lokbere, Selasa (27/1/2015).

Menurutnya, setiap tahun penerimaan mahasiswa harusnya maksimal 70 orang, namun yang terjadi selama ini pihak fakultas menerima 150-300 mahasiswa.

“Mereka mau ditampung dimana. Ruang kuliah dan alat-alat praktek juga tak memenuhi standar. Tenaga dokter sebagai pengajar juga. Kami ke Uncen pada Selasa (27/1/2015). Di sana kami melihat langsung kondisi FK dan bertemu Rektor, Dekan dan pihak terkait lainnya,” ucapnya.

Katanya, secara aturan pendidikan, gedung dan fasilitas FK Uncen sama sekali tak memenuhi standar. Terkesan pelaksanaan pendidikan di fakultas itu dipaksakan. Namun pihaknya tak mau mempersalahkan siapapun dengan kondisi itu. Menurutnya, DPR Papua hanya mencoba menengahi pihak terkait dan mencari solusi terbaik.

“Kami dokter yang dilahirkan dari pendidikan itu tak berkualitas. Makanya kami minta Rektor segera menunjuk siapa yang menenuhi kriteria jadi Dekan FK, dan menyelesaikan masalah secara bertahap. Dekan sekarang kan statusnya pelaksana tugas,” katanya.

Sementara Sekretaris Komisi V DPR Papua, Nason Uti mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua pihak terkait. Apalagi FK Uncen melaksanakan dua fungsi yakni dasar pendidikan dan pendidikan profesi.

“DPR Papua mendorong kepada Uncen membangun gedung fakultas yang memadai dengan rumah sakit praktek sendiri dan memenuhi persyaratan laboratorium. Terutama alat praktek anatomi,” kata Nason. (Arjuna Pademme)

Editor : Albert Yomo
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Ada Mafia Dalam Penerimaan Mahasiswa FK Uncen?