Keuskupan Mimika Berduka, 3 Guru Kontrak Meninggal dalam Kecelakaan Laut

share on:
Almarhumah Krsitin M Hawa saat disemayamkan di rumah duka (Jubi/Istimewa)
Almarhumah Kristin M Hawa saat disemayamkan di rumah duka (Jubi/Istimewa)

Timika, Jubi  –  Uskup Keuskupan Mimika Mgr. John Philip Saklil,Pr dan seluruh jajaran Keuskupan Timika  berduka atas meninggalnya  tiga Guru  dalam musibah di perairan sekitar Kaokanao.

Selama 10 tahun terakhir Keuskupan Mimika telah mendatangkan tenaga-tenaga Guru kontrak YPPK untuk mengajar di Kampung-Kampung daerah pesisir dan pedalaman, sayangnya di awal tahun 2015 Keuskupan harus kehilangan tiga guru kontrak.

“Kami sangat kehilangan. ya, memang  10 tahun terakhir, Keuskupan mendatangkan tenaga Guru SD dan menjadi Guru kontrak untuk Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) di Kabupaten Mimika, dan mengajar di kampung-kampung daerah pesisir pantai dan pedalaman,” ujar Mgr. John,  di Rumah duka korban Ibu Kristin, Senin (26/1/2015)

“Kami juga tidak tahu tentang kejadian ini, tetapi semua  musibah. Karena itu saya minta kepada semua pihak untuk turut mengerti bahwa ini sebuah musibah,” ujar Mgr. Saklil,

Apapun penyebab  musibah ini, Uskup mengingatkan, ketiga merupakan Pahlawan, karena mereka tewas saat berangkat untuk menjalankan tugas.

“Mereka ini sarjana muda, tetapi siap ditempatkan di kampung-kampung yang sepi dan terisolir untuk menjadi guru di SD. Saya salut bahwa masih ada orang muda yang bisa memberikan dirinya untuk pelayanan masyarakat kecil di daerah-daerah yang terisolir,”tambah Mgr. Sakil.

Hingga sore, Senin (26/1/2015) rencana pemakaman belum ditentukan oleh. keluarga. Apakah akan dimakamkan di Timika atau ke kampung halaman masing masing. Untuk itu LPMAK siap membantu jika jenazah akan dibawa ke kampung halaman di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tiga korban ini adalah Guru kontrak pada SD YPPK Amar yang sudah lebih dari satu tahun mengabdikan diri, dan melayani pendidikan di daerah pesisir.

Hingga Senin (26/1/2015), sudah tiga jenazah ditemukan. Jenazah Maria Yunita dan Christian yang berasal dari Manggarai dan Maumere, NTT, ditemukan tim SAR pada Sabtu (24/1/2015) dan Minggu (25/1/2015). Sedangkan korban lainnya atas nama Dogopia diketahui berasal dari daerah Paniai, Papua. Jenazahnya baru ditemukan pada Senin (26/1/2015) pagi oleh warga Mimika Barat.

Hingga kini YPPK Tillemans Keuskupan Timika telah mengontrak sekitar 50 orang guru yang ditugaskan di SD dan SMP YPPK yang terletak di kampung-kampung pedalaman dan pesisir Mimika.

Pengadaan tenaga guru kontrak tersebut merupakan kerja sama antara YPPK Tillemans Keuskupan Timika dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) sejak 2006.

Keputusan YPPK Tillemans Keuskupan Timika untuk merekrut tenaga guru kontrak lantaran selama puluhan tahun terakhir terjadi penurunan drastis kualitas pendidikan anak-anak asli Papua di kampung-kampung pedalaman dan pesisir. (Eveerth Joumilena)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Keuskupan Mimika Berduka, 3 Guru Kontrak Meninggal dalam Kecelakaan Laut