Bangga Bersama Yopi Giay Atlit Basket Profesional Asal Papua

share on:
Yopi GIay Salah Satu Dari Lima Pemain Asal Papua Yang Saat ini Dikontrak di Klub Profesional NBL di Indonesia (Jubi/Roberth Wanggai)
Yopi GIay Salah Satu Dari Lima Pemain Asal Papua Yang Saat ini Dikontrak di Klub Profesional NBL di Indonesia (Jubi/Roberth Wanggai)

Jayapura, Jubi – Jika selama hanya pemain sepakbola Papua yang selalu dikontrak di klub-klub ternama di Indonesia, namun sekarang di cabang olahraga bola basket, pemain asli Papua mulai dilirik klub-klub basket di Indonesia.

Data yang terekam Jubi saat ini ada 5 pemain Papua yang dikontrak oleh klub-klub ternama di tanah air dalam menghiasi kejuaraan profesional bola basket di tanah air.
Salah satunya, pemain dengan tinggi badan, 187 centimeter, Yopi France Giay. Lelaki peranakan Genyem-Sentani Kabupaten Jayapura dengan berat badan 93 Kg, saat ini bermain di klub profesional national basketball league (NBL) Satya Wacana Salatiga. Dia dikontrak selama tiga tahun  sejak tahun 2013.
“Ini tahun yang ketiga saya dikontrak, sejak tahun 2013,” ungkap Yopi Giay di Sentani Kabupaten Jayapura belum lama ini.

Ia mengaku sejak dirinya mencicipi atmosfir profesional bola basket,  ada perbedaan yang dia rasakan.
“Pertandingan biasa (amatir) dengan di profesional sudah sangat berbeda sekali. Kita dituntut lebih profesional dalam hal waktu, sampai dalam hal kehidupan juga, karena (hal itu) dibina juga disitu,” ungkap anak keempat dari empat bersaudara.

Kendatipun klub yang saat ini diperkuatnya belum begitu terkenal, namun bagi Yopi Giay, dirinya bertekad untuk mendongkrak lolos ke play of champion series.
“Memang klub kami  di blantika basket (tanah air) belum begitu dikenal, yang ini sedang berlangsung dan  saat ini kami sedang berusaha lolos ke  play of champion series. Klub ini klub profesional yang ada dibawah Liga Indonesia yang disponsori oleh Universitas Kristen Satya Wacana,” ujar Yopi Giay.

Yopi Giay mengakui ada keistimewaan bergabung dengan klubnya saat ini, karena selain ditawari sebagai atlet profesional, dia dan sesama atlet lainnya ditawarkan kuliah S2 di Universitas Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah Semarang.
“Selain mereka kontrak saya, juga ditawarkan kuliah lanjut S2,” kata Yopi Giay. Yopi mengatakan kalau pertama kali dia dilirik klubnya itu sewaktu dia  bermain di sekolahnya STM Negeri Kotaraja atau yang saat ini dikenal sebagai SMK Negeri 3 Kota Jayapura.
“Waktu itu belum jadi klub, masih tim liga mahasiswa. Saya ditawari disana, akhirnya saya pergi. Saya hanya kuliah satu tahun saja di Satya Wacana,” kenang Yopi yang saat  itu kuliah di jurusan informatika.

Akibat kesibukan mencari prestasi olahraga basket, membuat nilai-nilainya anjlok. Banyak latihan dan tidak fokus, menjadi alasan dia tidak mampu menyelesaikan studinya di Satya Wacana.
“Tidak selesai akibat terlalu banyak latihan dan tidak fokus. Dan akhirnya nilai hancur. Akhirnya saya putuskan untuk balik ke Jayapura-Papua lagi. Di Jayapura kuliah baru selesai 2013 di Fakultas Teknik Jurusan Pertambangan Universitas Cenderawasih Jayapura,” kata anak dari pasangan Amelia Pulanda dan Yohanes Giay.

Di Liga NBL, klaim Yopi Giay, anak Papua yang masih sedikit.
“Yang laki putranya hanya tiga orang saja. Di klub ini saya dengan adik Reoni Rahametan dan Vinton Noland Surawi main di klub Satria Muda Britama. Terus yang putrinya cuma dua saja di klub Tomang Sakti, Jaklyn Ibo dan Sarce Boaim,” kata pria kelahiran Abepura 28 Februari 1989.

Walaupun dia akui ada banyak anak Papua dilirik untuk dikontrak, tapi tidak betah.
“Mereka belum berani untuk keluar dari Papua untuk mengembangkan dia punya talenta. Dia merasa lebih nyaman disini (Papua). Terus dia merasa suasana disana beda dengan suasana disini,” ungkap Yopi yang pernah dipercayakan sebagai pelatih kepala bola basket putra di ajang pekan olahraga pelajar wilayah (Popwil) di Sulawesi Utara, awal november 2014 lalu.

Saat ditanya soal alasan dirinya kembali ke Jayapura-Papua, Yopi mengaaku kalau dia ke Jayapura akibat tidak ada kompetisi.
“Saya ke Jayapura sementara karena tidak ada kompetisi. Jadi alasan saya seperti itu. Tanggal 5 atau 6 balik lagi ke Salatiga, karena kami akan kompetisi seri di Batam tanggal 4-8 Maret,” bilang Yopi sembari mengatakan karier basketnya dimulai dari sekolahnya di STM Kotaraja Jayapura.

Bahkan dia ‘welcome’ jika Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua memberi kesempatan sekali lagi untuk tangani tim Basket Putra Pelajar Papua ke ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) bulan Juni 2015 mendatang di Bandung Jawa Barat.
“Kalau tidak bertabrakan jadwal dan kalau diijinkan maka kemungkinaan saya yang pegang basket putra untuk Popnas di Jawa Barat bulan Juni 2015,” ungkap Yopi lagi. Yopi Giay dikontrak Rp 25 Juta selama satu musim kompetisi, dan setiap bulan digaji Rp 2 Juta.

Pemerhati olahraga bola basket Papua, Frits Tanati kepada Jubi mengatakan potensi atlet basket di Papua menjanjikan. Hal itu ditandai dengan dikontraknya anak Papua di klub profesional di tanah air.
“Sekarang tinggal kemauan dari pemain itu untuk bisa betah dan menekuni potensinya sebagai pemain profesional,” kata Frits Tanati di Jayapura, Selasa (28/1). (Roberth Wanggai)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bangga Bersama Yopi Giay Atlit Basket Profesional Asal Papua