Pendeta dan Imam di Samoa Amerika Diwajibkan Bayar Pajak

share on:
Upacara penggabungan unsur budaya Samoa, dikenal dengan Ritus Tobat, dimana upacara ini dilakukan selama tiga jam dengan tujuan untuk bertobat.(www.scalanews.com)
Upacara penggabungan unsur budaya Samoa, dikenal dengan Ritus Tobat, dimana upacara ini dilakukan selama tiga jam dengan tujuan untuk bertobat.(www.scalanews.com)

Jayapura, Jubi – Seluruh pendeta gereja dan imam di Samoa Amerika akan dikenakan pajak dari penghasilannya selama pelayanan. Kecuali, pendeta dan imam tersebut mengambil sumpah miskin untuk dibebaskan.

Kantor Pelayanan Pajak Amerika Samoa, seperti dilansir Radio New Zealand, mengatakan saat ini, pihaknya akan mengenakan pajak bagi para pendeta gereja, imam dan pendeta lainnya yang memperoleh penghasilan.

Manager Kantor Pajak, Richard Jimmerson, mengatakan penarikan pajak dari para pendeta dan imam ini akan menjadi yang pertama kalinya pemerintah Samoa Amerika memungut pajak dari para menteri gereja.

Jimmerson mengatakan, pihaknya hanya akan membebaskan pungutan pajak dari para pendeta yang mengambil sumpak kemiskinan dan uang yang diberikan umat kepada paroki gereja.

Pihaknya telah mensosialisasikan rencana pungutan pajak dari pendeta dan imam di gereja-gereja.

“Jika menteri dibayar uang untuk melakukan pelayanan, baik di Gereja atau melakukan layanan tradisional lainnya seperti pernikahan, pemakaman, kegiatan pemerintahan dan ia diberikan uang untuk itu, yaitu pendapatan dan kena pajak,” kata Richard Jimmerson seperti dikutip Radio New Zealand, Kamis (29/1). (Yuliana Lantipo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pendeta dan Imam di Samoa Amerika Diwajibkan Bayar Pajak