Kelulusan Siswa Diatur Kembali oleh Sekolah

share on:
doa bersama para siswa sebelum melaksanakan Ujian Nasional beberapa waktu lalu. Jubi / Engelberth Wally
doa bersama para siswa sebelum melaksanakan Ujian Nasional beberapa waktu lalu. Jubi / Engelberth Wally

Sentani, Jubi – Kurikulum Pendidikan Nasional selama ini dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mengatur tingkat kelulusan sekolah diputuskan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Nasional. Hal ini ternyata sangat berdampak kepada mutu pendidikan daerah.

“Penentuan lulus dan tidaknya seorang siswa dalam pelaksanaan ujian nasional saat ini sudah di kembalikan ke setiap sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional. Hal ini dimaksudkan karena sekolah tersebut yang mengetahui tingkat pendidikan dari anak didiknya. Ini tentunya berbeda jauh dengan sistem yang lalu, dimana kelulusan ditentukan oleh orang lain. Bisa saja anak yang pintar disekolahnya tidak lulus hanya karena salah mengisi jawaban pada ujian nasional. Sementara bukan hanya itu saja yang dinilai selama siswa tersebut mealaksanakan pendidikannya,” ujar Toam kepada Jubi di kantor Bupati 29/01

Lanjutnya, pelaksanaan UN di Kabupaten Jayapura Februari mendatang masih menunggu Petunjuk Tehnis (Juknis) dari pusat tentang pelaksanaannya. Tetapi persiapan untuk siswa peserta ujian di setiap sekolah saat ini terus berjalan dengan les tambahan dari waktu belajar normal di sekolah masing – masing, termasuk Try Out yang terus di genjot agar tidak kaku dalam pelaksanaan UN nanti.

Hal senada juga disampaikan oleh Maria, salah satu orang tua wali murid, di tempat terpisah. Menurutnya sistem yang dilakukan pada waktu lalu kurang bagus dan tidak menunjang dunia pendidikan di Papua. Bahkan Maria dengan kesal mengungkapan bahwa sistem tersebut telah mengorbankan satu anaknya yang dinyatakan tidak lulus karena Indeks Prestasinya (IP) tidak memenuhi standar kelulusan pada UN dua tahun lalu.
“Anak saya terpaksa mengikuti ujian paket C setahun kemudian. Padahal nilai sekolahnya bagus tetapi pada ujian nasional nilainya tidak mencukupi dari ketentuan yang di tetapkan. Menurut saya ini bukan kemajuan di dunia pendidikan,” ujar ibu tiga anak ini. (Engelbert Wally)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kelulusan Siswa Diatur Kembali oleh Sekolah