21 Pasien Dirawat di RSUD Merauke Akibat Demam Berdarah

share on:

 

kesehatan
Direktur RSUD Merauke, dr. Nevil. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi- Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Nevil mengungkapkan, selama Bulan Januari 2015, sebanyak  21 pasien yang dirawat di rumah sakit. Sebagiannnya sudah positif demam berdarah dan beberapa lagi masih gejalah. Umumnya adalah anak-anak.

Demikian disampaikan Nevil saat ditemui sejumlah wartawan diruang kerjanya Sabtu (31/1). Menurutnya, jumlah tersebut, baru yang dirawat di RSUD Merauke. “Saya tidak tahu laporan dari puskesmas maupun pustu ke Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes). Secara umum, yang dirawat adalah anak-anak. Tetapi ada satu dan dua orang dewasa,” ujarnya.

Pasien yang mengalami demam berdarah, demikian Nevil, dapat ditolong dengan baik dan semuanya sudah pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada sampai meninggal dunia. Karena begitu datang, langsung ditangani oleh tenaga medis di rumah sakit.

Lebih lanjut dirincikan, mereka yang dirawat, hampir merata tersebar di beberapa kelurahan maupun kampung-kampung pinggiran. Data jumlah pasien yang dirawat baru 21 dan belum dapat dipastikan untuk bulan-bulan selanjutnya.
“Kita tidak mengharapkan agar kejadian beberapa tahun silam, terulang kembali di tahun 2015. Namun semua itu, kembali kepada kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan baik,” pintanya.

Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Stevanus Osok mengatakan, masyarakat bisa terhindar dari demam berdarah jika kebersihan lingkungan dijaga dengan baik. “Ya, berulang kali saya telah mengingatkan semua warga untuk berpartisipasi secara rutin melakukan pembersihan lingkungan,” katanya.

Tentunya, lanjut Osok, peran dari kepala distrik, lurah sampai para Ketua RT, sangatlah diharapkan. Warga bisa bergerak untuk membersihkan lingkungan jika ada inisiatif dari aparatur pemerintah di tingkat kelurahan sampai distrik.

Ditambahkan, tugas dari dinas adalah sosialisasi dan penyuluhan serta melakukan foging atau pengasapan ke rumah penduduk. Itupun tidak berarti nyamuk akan mati. Dalam tiga hari kemudian, bisa muncul lagi, jika kebersihan lingkungan tidak diperhatikan. (Frans L Kobun)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  21 Pasien Dirawat di RSUD Merauke Akibat Demam Berdarah