Kampung Warsansan Kekurangan Air Bersih Sejak Tahun 1980

share on:
Ilustrasi air bersih (IST)
Ilustrasi air bersih (IST)

Biak, Jubi – Kampung Warsansan Distrik Biak Utara, Kabupaten Biak Numfor, Papua kekurangan air bersih. Menurut Kepala Kampung Warsansan, Elia Makuker, kekurangan akan air bersih itu sudah dialami semenjak kampungnya itu resmi menjadi sebuah kampung pemerintahan tahun 1980 hingga saat ini.

“Mulai dari tahun 1980 sampai sekarang kita hanya minum air hujan yang di tadah di tengky fiber. Jadi kalau tidak hujan masyarakat resah,” katanya ketika ditemui di kediamannya di Kampung Warsansan Senin, (2/2/2015).

Ia mengatakan sebenarnya kekurangan air bersih itu bisa diatasi dengan tiga mata air di kampung tersebut. Namun harus dikelala supaya airnya itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Tetapi karena letak tiga mata air itu sekitar 3 kilometer, masyarakat agak kesulitan ambil air dari sana.

Selain itu karena pemilik hak ulayat (Marga Kafiar) tempat tiga mata air itu berada tidak menginjikan (melarang) tiga mata air tersebut dikelola. Akhirnya sampai saat ini masyarakat hanya mengkonsumsi air hujan saja.

“Padahal sudah beberapa kali kami lakukkan survei bersama PU Provinsi, terakhir tahun 2012 tapi karena pemilik hak ulayat larang akhirnya tim dari PU Provinsi batalkan untuk lanjutkan pemasangan bak air dan mengalirkan air ke kampung,”ujarnya.

Karena itu ia berharap ada perhatian Pemerintah Daerah Biak Numfor sehingga pihaknya bisa mengkonsumsi air bersih.

Hal senada juga disampaikan Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Warsansan, Agustinus Bransik. Ia mengatakan kekurangan air bersih itu dikarenakan pemilik hak ulayat tempat mata air itu berada tidak diakomodir sebagai anggota Bamuskam maupun aparat kampung tersebut hingga melarang pemanfaatan tiga mata air tersebut.
“Itu yang saya tahu, setelah lakukan pendekatan dengan dia untuk bicara baik-baik. Karena itu saya pikir perlu pemerintah daerah perhatikan supaya bisa menjawab keluhan masyarakat akan air bersih,” ujarnya. (Marten Boseren)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kampung Warsansan Kekurangan Air Bersih Sejak Tahun 1980