Kendala Distribusi, Papua dan Papua Barat Belum Nikmati Elpiji Bersubsidi

share on:

Jakarta, Jubi/Antara – Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang, seusai mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (3/2/2015), mengakui bahwa belum seluruh provinsi di Indonesia mengkonversi minyak tanah ke elpiji.

“Ada lima provinsi yang belum terkonversi karena kendala distribusi yaitu Papua dan Papua, NTT, Maluku, dan Maluku Tenggara,” kata Ahmad Bambang.

Selain itu beberapa daerah proses konversinya belum merata seperti di Padang, Bukittinggi, Aceh, dan Kepulauan Riau.

Ahmad mewakili Pertamina mengaku siap jika harus membangun infrastruktur berupa kilang elpiji di provinsi-provinsi tersebut, asal ada dukungan dana dari pemerintah.

“Contohnya kalau ingin melakukan konversi di Padang, Pertamina harus membangun tangki elpiji supaya stok elpiji tiga kg terjamin,” katanya.

Dalam rapat kerja tersebut, disampaikan konsumsi elpiji tiga kg dalam RAPBN-P 2015 diprediksi meningkat hingga 5,76 juta ton dari realisasi 2014 sebesar 4,98 juta ton.

Kenaikan volume elpiji tiga kg karena pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan dua juta rumah tangga baru, dan usul tambahan konversi minyak tanah ke elpiji sebanyak 1,2 juta paket perdana pada 2015.

“Ada migrasi sekitar 20 persen dari elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg,” ujarnya. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kendala Distribusi, Papua dan Papua Barat Belum Nikmati Elpiji Bersubsidi