Sekitar 47,75 Persen RT di Sumba Tidak Punya Jamban

share on:

Jakarta, Jubi/Antara – Sebanyak 47,75 persen rumah tangga (RT) di Kabupaten Sumba Barat, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kesulitan akses pada sanitasi karena tidak memiliki jamban.

“47,75% rumah tangga masih melakukan buang air besar di tempat terbuka. Ini memprihatinkan,” kata Manajer Senior Save the Children untuk Sumba, Tasman Muda di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Ia mengatakan, anggota keluarga yang tidak memiliki akses pada jamban melakukan aktivitas buang air besar di ladang, kebun, sungai, dan pantai sehingga menjadi tempat bersarangnya penyakit dan mencemari lingkungan.

Dia mengatakan, akibat sanitasi tidak layak, penduduk Sumba Barat dengan total 145.515 jiwa mengalami sejumlah penyakit seperti diare. “Diare menjadi penyakit kedua terbanyak yang diderita penduduk Sumba Barat,” katanya.

Tasman mengatakan, penyakit diare merupakan salah satu indikasi kondisi sanitasi yang kurang layak. Pada 2013, lanjutnya, pasien rawat jalan di Sumba Barat akibat diare berjumlah 3,697 kasus.

Selain itu, sanitasi tidak hanya dihadapi di rumah tetapi juga di sekolah, yang mana hanya 66 persen sekolah dasar di Kabupaten Sumba Barat yang memiliki akses ke air bersih dan hanya 51 persen sekolah yang memiliki fasilitas jamban sekolah.

Kesulitan sumber air bersih, katanya, menyebabkan murid sekolah harus membawa air bersih sendiri dari rumah untuk sanitasi sekolah.

Berdasarkan hasil penelitian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, tingkat kerusakan daerah aliran sungai (DAS) di Pulau Sumba mencapai 50 persen dari total 12 DAS utama sehingga pasokan air bersih untuk Sumba tidak seimbang.

“Beberapa daerah di Sumba juga terletak jauh dari mata air bersih, sehingga akses untuk sanitasi yang layak menjadi cukup sulit diwujudkan,” ujarnya.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, Provinsi NTT juga termasuk dalam lima provinsi dengan proporsi pembuangan akhir tinja tidak ke tangki septik tertinggi sebesar 65,3 persen setelah Papua sebesar 65,4 persen. Tasman juga mengatakan pembangunan sanitasi menjadi hal utama demi mewujudkan masa depan sehat bagi masyarakat Sumba. (*)

Editor : Dewi Wulandari
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Sekitar 47,75 Persen RT di Sumba Tidak Punya Jamban