Pemkot Jayapura Disarankan Tutup Toko Miras di Hari Sabtu

share on:
Ilustrasi Mahasiswa Demo Tolak Peredaran Miras di Halaman Kantor DPR Papua, Beberapa Waktu Lalu - Jubi/Arjuna
Ilustrasi Mahasiswa Demo Tolak Peredaran Miras di Halaman Kantor DPR Papua, Beberapa Waktu Lalu – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua disarankan membuat aturan yang melarang penjualan Minuman Keras (Miras) pada Hari Sabtu.

Anggota DPR Papua dari daerah Pemilihan Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom,dan Sarmi, H. Syamsunar Rasyid mengatakan, pelarangan penjualan Miras diakhir pekan perlu dilakukan, karena esoknya, Minggu merupakan hari ibadah umat Kristiani.

“Selama ini saya lihat, banyak yang mabuk pada malam Minggu, sehingga pada hari Minggu sudah jarang yang pergi beribadah. Perlu ada aturan itu, kalau ada penjual Miras yang melanggar, disanksi. Jangan hanya orang mabuk yang dibawa ke kolam buaya, tapi penjual Miras juga harus ditertibkan,” kata H.Syamsunar Rasyid, Jumat (6/2/2015).

Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia itu juga mendukung kebijakan Pemkot setempat yang melarang aktivitas ekonomi di pasar dan supermarket di Hari Minggu, mulai pukul 06:00 WIT – 15:00 WIT.

Katanya, toleransi antar umat beragama itu penting, bukan hanya untuk mendapat keuntungan semata. Selain itu harus dipahami di Papua diberlakukan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).

“Tapi kalau bisa, pedangang sudah bisa berjualan pada pukul 12:00 WIT. Larangannya jangan sampai pukul15:00 WIT. Pedagang juga diberikan peluang, karena mereka juga mencari nafkah,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi C DPRD Kota Jayapura, Jan Willem Ongge, mengatakan, tujuan Pemkot setempat membatasi aktivitas ekonomi di pasar, perlu disosialisakan.

“Tujuan Pemda baik, hanya saja perlu disosialisasikan ke semua pedagang,” kata Jan Ongge beberapa waktu lalu. (Arjuna Pademme)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkot Jayapura Disarankan Tutup Toko Miras di Hari Sabtu