Pemerintah Timor Leste Terima Pengunduran Diri Xanana Gusmao

share on:
Xanana Gusmao. (sydneypeacefoundation.org.au)
Xanana Gusmao. (sydneypeacefoundation.org.au)

Dili, Jubi/Antara/AFP – Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak menerima pengunduran diri Xanana Gusmao dari jabatan perdana menteri, Senin (9/2), yang memberikan kesempatan untuk perombakan pemerintahan negara tersebut.

Presiden Taur Matan Ruak mengumumkan bahwa dia “menerima pengunduran diri Perdana Menteri Xanana Gusmao” dalam rapat kabinet, kata pernyataan resmi pemerintah.

Pemerintah juga menyatakan akan segera membentuk pemerintahan baru dan undang-undang untuk pergantian tersebut yang diperkirakan selesai pada minggu ini.

Meski belum diumumkan secara resmi, calon kuat pengganti perdana menteri yang juga pahlawan kemerdekaan Timor Leste ini adalah Menteri Kesehatan Rui Araujo, meski pengamat memperkirakan Gusmao masih akan tetap di pemerintahan namun dengan peran yang lebih sedikit.

Gusmao, yang pernah menjabat sebagai presiden dan wakil presiden Timor Leste setelah negara tersebut merdeka pada tahun 2002, mengajukan pengunduran dirinya pada minggu lalu.

Para pengamat memandang keputusan Gusmao ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada pemimpin-pemimpin generasi baru.

Gusmao sendiri sejak 2014 telah mengisyaratkan akan mundur dari jabatannya. Namun dia kerap menunda keinginan tersebut untuk memastikan pergantian kekuasaan dapat dilakukan dengan mulus.

Sementara itu terkait perombakan kabinet yang akan dilakukan, pengamat memandang hal tersebut bertujuan untuk mengganti beberapa menteri koalisi Gusmao yang disinyalir terlibat dalam perkara korupsi.

Pengamat juga menyakini beberapa anggota partai oposisi Fretilin akan menduduki kursi pemerintahan, sebagai langkah untuk mengurangi ketegangan politik di negara tersebut.

Pada minggu lalu, Gusmao meminta masyarakat agar tidak panik selama pergantian kekuasaan ke pemerintah baru dan meminta rakyat untuk berperan dalam menjaga stabilitas negara.

Xanana Gusmao dikenal sebagai pemimpin sayap militer Front Revolusioner yang memperjuangkan kemerdekaan Timor Leste dan sempat dipenjara di Jakarta.

Setelah referendum kemerdekaan pada 1999, Gusmao kembali ke tanah airnya dan terpilih sebagai presiden pertama Timor Leste pada 2002. Pada 2007, dia sempat menjadi perdana menteri.

Dia dihormati setelah berhasil menyelesaikan beberapa permasalahan pelik di awal-awal kemerdekaan.

Pada 2006 Gusmao berhasil menurunkan ketegangan setelah para personel tentara yang dipecat dari kesatuan melakukan pemberontakan yang memicu kekerasan. Kejadian ini menewaskan belasan orang dan membuat 150.000 warga mengungsi.

Saat pemerintahannya, Gusmao sangat populer di Timor Leste di tengah-tengah perjuangannya meningkatkan derajat hidup rakyat dan melakukan diversifikasi ekonomi negara agar tidak terlalu bergantung kepada sumber daya minyak dan gas. (*)

Editor :
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemerintah Timor Leste Terima Pengunduran Diri Xanana Gusmao