POM Masih Periksa Oknum TNI Terduga Penjual Amunisi

share on:
Oknum Yang Diduga Anggota TNI Penjual Amunisi Ketika Dijempu POM Kodam XVII Cenderawasih di Polda Papua Lalu - Jubi/Arjuna
Oknum Yang Diduga Anggota TNI Penjual Amunisi Ketika Dijemput POM Kodam XVII Cenderawasih di Polda Papua Lalu – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Hingga kini penyidik POM Kodam XVII Cenderawasih masih memeriksa lima oknum TNI setempat yang diduga terlibat penjualan amunisi kepada kelompok bersenjata.

Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) XVII Cenderawasih, Brigadir Jenderal (TNI) Tatang Sulaimen mengatakan, penyidik POM sudah meminta keterangan kepada para terduga. Jika cukup alat bukti, akan berlanjut ke Oditur dan Pengadilan Militer karena mereka adalah anggota militer.

“Lebih baik makin cepat. Ini kan kasus yang spesifik dan berkaitan dengan internal. Makanya harus secepatnya. Sebenarnya untuk pengamanan internal kami sudah lakukan. Amunisi keluar hanya dua, untuk kepentingan latihan dan kepentingan operasi,” kata Kasdam Tatang, Senin (9/2/2015).

Menurutnya, untuk amunisi yang digunakan ketika latihan, prosedurnya sudah jelas. Setiap prajurit yang menembak akan diketahui berapa jumlah amunisi terpakai.

“Diperiksa oleh tim pemeriksa lajur. Misalnya dia menembak. Kalau 10 butir, pasti kenanya 10 butir. Begitu tidak 10 butir akan diketahui. Apakah keluar dari lesan, atau ada penyalahgunaan. Tapi itu ada pengawas,”  ucapnya.

Katanya, untuk operasi, pengamanan sudah optimal. Di gudang sudah dipasang CCTV, dipagari, dan dikunci. Tidak sembarang orang bisa masuk. Hanya petugas-petugas tertentu.

“Asal amunisi itu yang sekarang kami teliti asal amunisi. Ada indikasi jalur dari luar. Kami sudah periksa semua amunisi di gudang,” katanya.

Pada suatu kesempatan, Pangdam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal (TNI) Fransen Siahaan mengatakan, ia tak sudi memiliki prajurit yang jadi pengkhianat bangsa. Tak ada tolensi untuk pengkhianat.

“Lebih baik saya punya sedikit pasukan tapi bukan pengkhianat, daripada banyak tapi mengkhianati negara,” kata Fransen Siahaan kala itu. (Arjuna Pademme)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  POM Masih Periksa Oknum TNI Terduga Penjual Amunisi